Puluhan pedagang kecil dan menengah ikut memeriahkan Bogor Halal Fair 2014 yang digelar di Botani Square. Pameran halal yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor ini bertujuan untuk mensosialisasikan halal kepada masyarakat luas.

Bogor Halal Fair 2014, dibuka resmi oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah (Setda) Kota Bogor, Arief Mustofa Budianto, pada Jumat (10/10). Sekitar 30 Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kota Bogor turut memeriahkan Bogor Halal Fair yang digelar di Botani Square, mulai 10-12 Oktober 2014.
Pembukaan Bogor Halal Fair ini ditandai dengan pemberian sertifikasi halal MUI kepada UKM binaan, yang diwakili oleh tiga perusahaan, yaitu Saung Kirai, Es Kriuk dan Lapis Pisang. Selain bazaar dan berbagai kegiatan pendukung, dalam Bogor Halal Fair ini juga dipamerkan produk lapis nangka raksasa sepanjang tiga meter dan lebar satu setengah meter.
Dalam sambutannya, Arief mengungkapkan, sebagai kota yang menyatakan diri sebagai Kota Halal, Bogor harus menjadi pelopor bagi tersedianya pangan halal. Namun demikian, Mustofa mengakui, bahwa hingga saat ini masih banyak pelaku usaha yang belum memperhatikan aspek halal dalam mengelola usahanya. Padahal, halal merupakan prinsip bagi konsumen Muslim. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan dukungan dan bantuan dari semua pihak untuk melakukan kontrol soal kehalalan.
Lebih lanjut Arief menerangkan, perlu dipahami pula mengenai makna halal seperti di hukum atau syariat Islam yang begitu luas. “ Banyak aspek produksi yang harus dipahami, seperti dimana kehalalan sebuah bahan makanan dan produk olahan tergantung dari proses pembuatannya,” tegas Arief.
Menurutnya, terkait dengan pernyataan Bogor Kota Halal, pemerintah Bogor akan berupaya untuk melindungi konsumen agar senantiasa dapat mengonsumsi makanan yang memenuhi kriteria aman, sehat, utuh dan halal (ASUH). “ Melalui Bogor Halal Fair ini, juga bisa menjadi ajang edukasi bagi masyarakat dan mengenalkan produk-produk yang halal,” kata Arief.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor, Bambang Budianto menyatakan, Bogor Halal Fair bertujuan untuk memotivasi para pelaku usaha agar senantiasa meningkatkan kualitas produknya serta menjaga komitmen tentang kehalalan produk yang dihasilkan. “Saat ini kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi suatu produk bersertifikat halal semakin bertambah. Karena itu kegiatan ini rutin setiap tahun dilaksanakan Disperindag Kota Bogor untuk mengedukasi masyarakat agar mengkonsumsi produk halal,” ujarnya.
Bambang menegaskan, saat ini jumlah Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Bogor mencapai 3200, dengan jumlah yang telah dibina dan produktif sebanyak 740 IKM.
Bogor Halal Fair Tingkatkan Daya Saing Pasar
Menurut Ketua Komisi Fatwa MUI, Prof Hasanudin, Bogor sendiri telah mencanangkan sebagai kota halal pada tahun 2008 lalu. Dimana hal tersebut didukung sepenuhnya oleh MUI maupun LPPOM MUI. Sejak saat itu, pemerintah kota Bogor giat mensosialisasikan halal tidak hanya kepada masyarakat melainkan juga kepada para pedagang makanan, restoran, serta pengusaha industri kecil dan menengah.
Lebih lanjut Hasanudin menuturkan, tidak saja Bogor yang menyatakan dirinya Kota Halal, Bandung juga mencanangkan sebagai Provinsi Halal. Apabila semua kota mempelopori sebagai kota halal, ada wisata halal yang dilengkapi dengan kuliner halal dan hotel syariah akan sangat bagus. Karena setiap Muslim dalam menjalankan hidup tidak hanya dari sisi akidah, tapi syariah juga harus benar-benar mengikuti muamalah, khususnya mengenai muamalah mallilah terkait dengan ekonomi syariah.
“Setiap Muslim secara khafah dan menyeluruh harus menjalankan pola hidup syariah, termasuk dalam mengonsumi produk halal. Begitu pula pelaku usaha harus menjalankan bisnisnya sesuai syariat Islam,” kata Hasanudin, saat dihubungi MySharing, Jumat (10/10).
Terkait Bogor Halal Fair 2014, Hasanudin menegaskan, bahwa kegiatan ini sangat positif dalam rangka meningkatkan produk halal. Apalagi Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH) sudah disahkan, sudah seharusnya pelaku usaha memperhatikan kehalalan produknya. Sehingga konsumen merasa aman dan nyaman saat memakai produk tersebut baik itu makanan, minuman maupun kosmetik. “Bogor Halal Fair berdampak positif bagi perkembangan produk halal di Indonesia. Ajang ini dapat meningkatkan daya saing pasar dan pengusaha akan mendapat keuntungan dari sisi bisnisnya,” pungkasnya.

