islam juga toleran

Capai Keharmonian Hidup dengan Saling Pengertian

[sc name="adsensepostbottom"]

Tidak mudah bagi kaum minoritas untuk hidup di tengah mayoritas, baik itu dalam konteks kesukuan maupun agama. Namun, bukan berarti segala peluang bagi minoritas tertutup dan terhambat. Agar tercapai kehidupan yang harmonis dan berdampingan ini diperlukan kepahaman dan saling pengertian antara berbagai pihak.

islam juga toleranAkademisi Universitas Wollongong Australia, Nadirsyah Hosen, mengatakan dalam menghadapi segala permasalahan hendaknya pihak yang bertikai tidak langsung bersikap reaktif. Ia menyontohkan ketika Charlie Hebdo kembali memuat kartun bergambar orang berturban pascainsiden penembakan, sebagian besar menilai gambar tersebut mengacu pada Nabi Muhammad SAW. “Ketika saya melihat kartun itu bukan Nabi Muhammad tapi orang Arab. Namun ketika kita dengan reaktifnya bilang itu gambar Nabi Muhammad, maka kemudian menjadi persoalan,” ujar Nadirsyah.

Ia menuturkan ketika terjadi kesalahpahaman dan pihak-pihak yang terkait langsung bersikap reaktif, maka bisa saja akan terjadi ‘perang dunia’. “Untuk mencapai kepahaman kedua pihak harus saling mengerti. It takes two to tango,” tegas Nadirsyah. Baca: Islam Juga Toleran

Peristiwa Kelam di Chapel Hill

Sementara, insiden penembakan tiga muslim Amerika di pertengahan pekan ini juga menimbulkan berbagai dugaan yang melatarbelakangi tindakan pelaku. Kepolisian masih mengusut tragedi penembakan tiga muslim Amerika di Chapel Hill, North Carolina, Amerika Serikat. Dugaan sementara penembakan tersebut dilatarbelakangi perselisihan terkait tempat parkir, namun timbul pula dugaan bahwa pelaku penembakan, Craig Stephen Hicks, mengeksekusi korbannya atas dasar rasa benci terhadap Islam.

Kepala kepolisian setempat, Chris Blue, menyatakan dugaan awal yang mencuat adalah penembakan terjadi karena perselisihan tak berkesudahan terkait lahan parkir. “Namun kami memahami adanya dugaan bahwa pembunuhan ini dipicu motif rasa benci. Kami akan menyelidiki setiap temuan yang ada jika nantinya kasus ini mengarah ke sana,” katanya, dikutip dari laman New York Times, Jumat (13/2).

Hicks diketahui memiliki kecenderungan membenci semua agama. Di laman Facebooknya banyak postingan yang memuat dukungannya mengenai ateisme, serta kritiknya terhadap berbagai agama. Selain kepolisian negara bagian North Carolina, kini Biro Federal Investigasi (FBI) juga tengah melakukan penyelidikan awal untuk mencari tahu apakah ada pelanggaran terhadap undang-undang federal dalam kasus ini. Baca: Ribuan Pelayat Hadiri Pemakaman Korban Penembakan Chapel Hill

Sementara, ayah dari Yusor Mohammad Abu-Salha dan Razan Mohammad Abu-Salha (dua diantara tiga korban penembakan), Dr. Mohammad Abu-Salha, meminta FBI memeriksa dengan cermat motif pembunuhan tersebut. “Tersirat bahwa penembakan ini berdasar pada motif kebencian. Jika mereka tidak mendengarnya dengan baik, saya akan berteriak, begitu pula dengan yang lainnya. Mari kita lihat dengan jelas dan sejujurnya bahwa motif di balik peristiwa ini bukanlah hanya persoalan tempat parkir semata,” ujarnya, dikutip dari News Observer, sembari menambahkan pernyataannya bukanlah upaya untuk balas dendam namun melindungi setiap anak-anak dari berbagai latar belakang agama dan etnis.

Di sisi lain, Presiden Barack Obama belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait peristiwa tersebut. Sebelumnya, White House Press Secretary, Josh Earnest, menyatakan bahwa pihaknya masih akan menunggu hingga investigasi lokal selesai sebelum bisa berkomentar mengenai insiden di Chapel Hill.