Ketika unit bisnis telah berkembang, saham akan dijual ke publik.

Presiden Direktur DDSE Ismail A Said mengatakan saat ini modal DDSE sepenuhnya berasal dari Dompet Dhuafa Filantropi. Namun, apabila setiap unit bisnis dapat berkembang dengan baik, maka saham akan dijual ke masyarakat karena pada dasarnya DDSE diperuntukkan bagi masyarakat. “Dompet Dhuafa (Filantropi) akan memegang saham sebanyak 55 persen dan sisanya akan dijual ke masyarakat,” kata Ismail, dalam Public Expose Dompet Dhuafa, pertengahan pekan ini.
Kendati demikian, Ismail menambahkan pihaknya tak menetapkan target khusus kapan penawaran saham ke publik akan dilakukan. “Pokoknya kalau ada unit bisnis yang sudah bagus, kami akan jual saham unit bisnis itu,” tegasnya. Penawaran saham pun akan dilakukan secara private placement. Baca: Ini Rekomendasi Saham yang Oke!
Ia menuturkan di tahun-tahun awal DDSE akan membangun fondasi dari setiap unit bisnis agar saat menginjak tahun ke enam unit bisnis bisa lepas landas lebih kuat. Saat ini DDSE pun telah bersinergi dengan sejumlah kalangan dan perusahaan lainnya, baik skala nasional maupun internasional, dalam berbagai kegiatan pembangunan ekonomi masyarakat.
Sejak bergulir pada 2013, seluruh unit bisnis DDSE membukukan total omset sebesar Rp 30 miliar. Di tahun ini DDSE pun membidik kenaikan omset hingga Rp 50 miliar. Dari laba bersih yang dihasilkan oleh DDSE sekira 25 persen akan digunakan untuk menambah modal. Sisanya akan diserahkan kepada Dompet Dhuafa Filantropi untuk disalurkan kepada penerima manfaat.
[bctt tweet=”Seluruh unit bisnis Dompet Dhuafa Social Enterprise (DDSE) membukukan total omset Rp 30 M”]

