Ekonomi syariah terlihat tumbuh berkembang di seluruh dunia, dan para pendukung sistem ekonomi ini mengungkapkan bahwa sistem ekonomi berdasarkan hukum islam memberikan manfaat bukan hanya kepada warga muslim, tetapi juga bagi non-muslim.

Muslim di Rusia cenderung lamban dalam mengganti sistem keuangan mereka dari konvensional ke sayariah, sementara itu non-muslim di sana memiliki rasa sentimen besar terhadap Islam. Selain itu, otoritas keuangan Rusia juga sepertinya tidak ingin terburu-buru mengadopsi sistem perbankan syariah di negaranya.
Dilansir dari The Moscow Times, Andrei Juravliov, seorang ahli ekonomi syariah yang mengajar di Universitas Moscow State mengungkapkan bahwa ‘masyarakat religius banyak terdapat di Rusia, namun demikian mereka tidak selalu mencari pelayanan keuangan yang sesuai dengan aturan agama mereka.
- CIMB Niaga Gaungkan The Cooler Earth 2025, Ajak Masyarakat Partisipasi Gerakan Keberlanjutan
- BSI Siapkan Promo Beli Emas Sekaligus Berdonasi
- CIMB Niaga Syariah Akan Menjadi Salah Satu Pilar Penting dalam Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional
- CIMB Niaga Gelar Workshop dan Kelas Jurnalisme Inspiratif, Dorong Peningkatan Kompetensi Jurnalis
Industri keuangan syariah juga terpantau tumbuh sangat lambat selama satu dekade terakhir yang membuat para analis dan pelaku bisnis syariah merasa tidak yakin dengan prospek ke depannya. “Pasar perbankan syariah cukup kecil, namun permintaan dari masyarakat sudah jauh lebih baik dari 7 tahun yang lalu” ujar Rashid Nizameyev, pemilik lembaga keuangan Amal, satu dari empat lembaga keuangan syariah yang ada di Rusia. Bank pertama yang menawarkan layanan keuangan halal di Rusia adalah Badr-Forte pada 2006 silam. Beberapa bank non syariah juga mempunyai program investasi halal, seperti Bank Ak-Bars di Tatarstan yang berhasil mendapatkan deal 160 juta dolar di 2012 dan 2013 lalu.
Meski menunjukkan pertumbuhan yang lambat, namun menurut Thomsom Reuters, aset bank syariah di Rusia diprediksi akan mencapai nilai 10 juta dolar pada 2018 nanti. Ternyata selain Indonesia, Rusia juga mengalami masalah yang sama yaitu lambannya pertumbuhan bisnis perbankan syariah. Namun berbeda dari Rusia, Indonesia memiliki alasan lain mengapa bank syariah yang ada belum mampu beroperasi secara maksimal, layaknya bank konvensional. Dan yang terpenting, Indonesia masih memiliki pangsa pasar yang luas untuk produk syariah.
Meski demikian, beberapa negara di Eropa ditambah Singapura berhasil menerapkan ekonomi syariah di negara masing-masing. Hal ini berdasarkan survey yang dipublikasikan oleh akademisi di Amerika Serikat pada Juni lalu. Negara Eropa tersebut adalah Irlandia, Denmark, Luxemburg, Swedia, Inggris, Selandia Baru, Finlandia, Norwegia dan Belgia.

