Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (Fapsedu) menyerukan pentingnya membangun keluarga yang berkualitas dengan cara pembinaan keluarga di komunitas agama masing-masing.

Oleh karena itu, menurut Cholil, pada periode ini Fapsedu akan lebih fokus memerankan organisasinya dalan rangka mengkampanyekan pentingnya membangun keluarga yang berkualitas dengan cara pembinaan keluarga di komunitas agama masing-masing. “Jadi para tokoh agama tidak hanya mengkhutbahkan tema-tema keakhiratan semata, melainkan juga tema-tema pembangunan keluarga,” kata Cholil, dalam siaran pers yang diterima mysharing, akhir pekan lalu. Baca: Islam Nusantara Punya Karakter Unik
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Surya Candra Surapati, menuturkan bahwa keberadaan Fapsedu sangat penting dalam rangka turut mendukung pembangunan manusia Indonesia melalui keluarga. Menurutnya, di era modern sekarang ini sudah banyak orang yang melupakan peran penting keluarga, sehingga banyak terjadi kemerosotan kualitas generasi penerus bangsa. “Terjadinya kasus korupsi, narkoba, prostitusi dan lain-lainnya di Indonesia ada hubungannya dengan krisis yang terjadi dalan keluarga, ” ujar Surya.
Oleh karena itu, ia pun menyambut baik keberadaan Fapsedu di tengah-tengah masyarakat. “Saya berharap Fapsedu akan memberikan kontribusi positif terhadap perbaikan keluarga Indonesia,” ujar Surya. Baca: Membawa Pemberdayaan Keluarga ke Level Global
Sementara, dalam perhelatan Musyawarah Nasional Fapsedu yang digelar pada 4-5 Juni 2015 di Park Hotel Jakarta, M. Cholil Nafis terpilih kembali sebagai ketua umum. Tokoh agama Hindu, Nyoman Udayana Sanging, menyatakan Cholil terpilih karena telah menunjukan kemampuan memimpinnya sehingga Fapsedu menjadi besar seperti sekarang. “Ia tokoh muda Islam yang memiliki potensi yang baik,” tukasnya. Dalam Fapsedu terdapat pula tokoh agama lainnya seperti Romo Sudjito dari Budha, Romo Hartono dari Katolik, Jerry Sumampauw dari Protestan, dan Onga Widjaya Djaengrana dari Konghucu.

