Para pengusaha fashion Muslim Indonesia berpeluang menembus pasar fashion di Negara-negara anggota OKI. Bagaimanakah caranya?
Para pengusaha fashion Muslim di Indonesia punya potensi untuk bisa merambah pasar ke Negara-Negara anggota OKI yang pasarnya terbuka luas. Hal tersebut diungkapkan President Organization of the Islamic Cooperation (OIC) Youth Indonesia – Tantan Taufik Lubis hari ini (6/9/2017) di Jakarta.
“Tren dunia Islam saat ini adalah fashion syar’i. Misalnya, banyak komunitas hijabers yang bukan hanya di Indonesia saja, tetapi di Turki, Russia, Malaysia, Brunei serta negara lainnya, banyak UMKM-UMKM punya produk fashion,” ungkap Tantan Taufik Lubis.
Menurut Tantan, para pengusaha bisnis fashion Muslim Indonesia bisa memanfaatkan potensi yang besar tersebut untuk melebarkan sayap bisnis mereka ke sana.
- BPKH dan Bank Muamalat Gelar Synergy Roadshow 2026 di Bandung
- CIMB Niaga dan Cathay Hadirkan Solusi Perjalanan Internasional Lebih Efisien via Cathay Travel Fair 2026
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Transaksi Sertifikasi Halal Secara Daring
- BCA Syariah, BEI dan Henan Sekuritas Berkolaborasi untuk Edukasi Keuangan Syariah Bagi Mahasiswa PNJ
“Ini bisa jadi sarana kolaborasi yang baik dan strategis, karena Pan Islamisme di Eropa, Afrika dan juga Amerika sedang bangkit. Sehingga kebutuhan untuk menutupi aurat dan berpakaian sesuai syar’i pun sedang tren dan meningkat. Nah, produk sektor fashion punya peluang untuk eksport,” lanjut Tantan.
Lebih lanjut dijelaskan Tantan, selama ini produk fashion kita hanya terdistribusi di negara-negara ASEAN saja. Sementara negara-negara lainnya belum tersentuh, misalnya, Negara-Negara yang tergabung dalam OKI (Organisasi Kerjasama Islam).
“Padahal seharusnya mereka bisa lebih fokus untuk ekspansi di negara-negara anggota OKI lainnya,” ujar Tantan.
Inline dengan hal tersebut, maka Tantan lalu menegaskan bahwa entrepreneur Islam juga harus intens mendorong perkembangan kewirausahaan di negara-negara anggota OKI.
“Aktivitas bisnis bisa menggerakkan anggota-anggota OKI untuk saling menguatkan dan membangun soliditas internal antar sesama anggota dengan hubungan dagang dan politik yang lebih kuat lagi,” demikian Tantan Taufik Lubis, President (OIC) Youth Indonesia.

