Tren persaingan bisnis halal menggaet wisatawan Muslim kian ketat disejumlah negara.
Halal Lifestyle Center kembali menghadirkan The 2nd Indonesia International Halal Lifestyle Expo dan Conference (INHALEC) 2017. Kali ini digelar di Balai Kartini, Jakarta, dari Kamis hingga Sabtu (19-22/10).
Ketua Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar mengatakan, penyelenggaraan INHALEC ini sebagai bentuk kependulian atas kurangnya informasi mengenai industri halal di Indonesia. Ajang ini dihadapkan menjadi pusat dari aktivitas dan informasi untuk komunitas Muslim.
“Sekarang ini, saatnya Indonesia masuk sebagai produsen halal global,” kata Sapta, pada INHALEC 2027 di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (19/10).
- BPKH dan Bank Muamalat Gelar Synergy Roadshow 2026 di Bandung
- CIMB Niaga dan Cathay Hadirkan Solusi Perjalanan Internasional Lebih Efisien via Cathay Travel Fair 2026
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Transaksi Sertifikasi Halal Secara Daring
- BCA Syariah, BEI dan Henan Sekuritas Berkolaborasi untuk Edukasi Keuangan Syariah Bagi Mahasiswa PNJ
Menurutnya, ajang membuktikan Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim tidak sekedar bisa menjadi konsumen industri halal, tapi juga produsen produk halal untuk pasar global. Keterlibatan peserta dari luar negeri menandakan bahwa even tentang cara pandang Muslim sudah diakui secara global.
Beberapa negara, lanjut dia, ssudah memiliki aktivitas terkait industri halal, termasuk negara-negara yang mayoritas penduduknya bukan Muslim, seperti Taiwan, Korea, dan Rusia.
Terkait wisatawan Muslim yang datang ke Indonesia, Sapta berharap saat ini indeks daya saing kepariwisataan Indonesia dimata dunia bisa mencapai peringkat pertama. “Target itu, menjadi tantangan bagi kita semua. Untuk merealisasikan tidaklah mudah,” ucapnya.
Ini karena menurutnya, tren persaingan bisnis halal menggaet wisatawan Muslim kian ketat disejumlah negara. Bahkan di negara-negara yang mayoritas penduduknya non Muslim sudah mulai menyedot wisatawan Muslim, seperti Jepang, Korea, Thailand, dan Chile.
INHALEC kali ini dihadiri oleh 250 peserta dari dalam dan luar negeri, serta diramaikan oleh pameran yang mencakup 10 sektor yang menjadi bagian dari gaya hidup halal. Antara lain, makanan, pariwisata, fesyen, kosmetik, pendidikan, finansial, farmasi, media, dan layanan kesehatan.

