Indonesia Mulai Roadshow Sukuk Global

[sc name="adsensepostbottom"]

Pemerintah Indonesia akan memulai roadshow sukuk global besok, Selasa (19/8). Roadshow akan dilakukan selama satu minggu dengan mengunjungi sejumlah negara di Asia, Eropa, dan Timur Tengah.

indonesia-roadshowSebagaimana dilansir dari Reuters, Senin (18/8), roadshow sukuk global Indonesia akan berakhir di Dubai dan Abu Dhabi pada 25 Agustus mendatang. Dari roadshow penerbitan di tahun ini diperkirakan pemerintah Indonesia dapat meraup dana 1 miliar dolar sampai 1,5 miliar dolar AS. Pemerintah Indonesia pun telah menunjuk CIMB, Emirates NBD, HSBC dan Standard Chartered sebagai arranger sukuk global. Indonesia memiliki peringkat investasi Baa3/BB+/BBB-.

 

Usai hari raya Idul Fitri, pasar sukuk global memang kembali bergeliat. Indonesia menjadi yang negara pertama di Asia yang mulai meramaikan pasar sukuk global yang diterbitkan oleh pemerintahan. Selain Indonesia, negara lainnya yang diperkirakan menyusul adalah Hong Kong dan Pakistan. Ketiga negara tersebut diperkirakan dapat menghimpun total dana hingga 3,5 miliar dolar AS.

Hong Kong dengan peringkat investasi AAA berencana menerbitkan sukuk sebesar 1 miliar dolar AS sebelum akhir September. Hong Kong juga telah menunjuk CIMB, HSBC, National Bank of Abu Dhabi dan Standard Chartered sebagai arranger sukuk. Sementara setelah menerbitkan sukuk global sekali di tahun 2005, Pakistan diperkirakan akan menerbitkan sukuk global sebesar 1 miliar dolar AS paling cepat pada awal September 2014. Pakistan berperingkat Caa1 dari Moody’s dan B- dari Standard & Poor’s, dan sedang dalam proses penunjukan arranger sukuk.

Beberapa penerbit sukuk di Asia memang sudah menargetkan pasar keuangan syariah global dan investor di luar kawasan Asia. Managing Director dan Global Head of Islamic Origination Standard Chartered Bank, Ahsan Ali, mengatakan banyak investor Timur Tengah yang mencari diversifikasi dan peluang investasi baru.

“Secara historis, sebagian besar investor Timur Tengah berinvestasi di Eropa dan Amerika, tetapi dalam beberapa tahun terakhir terjadi peralihan alokasi investasi ke Asia sebagai diversifikasi aset mereka,” kata Ali, dikutip dari IFR Asia. Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia selalu menerbitkan sukuk global secara reguler sejak 2011. Berdasar data Kementerian Keuangan, outstanding sukuk global Indonesia berjumlah Rp 3,5 miliar dolar AS (Rp 40,8 triliun) per 14 Agustus 2014.

Selain negara-negara di Asia, industri keuangan syariah menarik minat negara lainnya untuk menerbitkan sukuk. Inggris sudah menerbitkan sukuk pertamanya di tahun ini, dan negara lainnya seperti Luxembourg, Tunisia dan Afrika Selatan diproyeksikan akan segera menyusul. Global Head of Sukuk Financing HSBC, Mohammed Dawood, mengatakan tahun ini pasar sukuk global menampilkan warna berbeda, dimana penerbitan sukuk juga dilakukan di luar pasar Timur Tengah.

“Pemerintah Inggris telah menerbitkan sukuk sebesar 200 juta poundsterling pada Juni 2014 dan negara lain juga mulai melirik pasar sukuk. Hal ini dapat mendorong produk sukuk menjadi instrumen utama yang bisa dijadikan sebagai alternatif sumber pendanaan,” ujar Dawood.

Ernst & Young memproyeksikan pertumbuhan industri perbankan syariah akan turut meningkatkan permintaan sukuk menjadi 900 miliar dolar AS di tahun 2017. Secara global, jumlah aset di tangan para investor syariah tumbuh menjadi 1,8 triliun dolar AS pada akhir tahun lalu, atau tumbuh sekitar 17,6 persen per tahun dalam empat tahun terakhir.