industri produk hala

Industri Produk Halal dan Industri Keuangan Syariah Perlu Bersinergi

[sc name="adsensepostbottom"]

Pengurus DSN MUI – Dr. Muhammad Nadratuzzaman Hosen menyatakan, industri produk halal di tanah air perlu didukung penuh oleh industri keuangan syariah, agar industri halal ini bisa maju dan berkembang untuk ke depannya. Demikian hal tersebut diungkapkan Nadratuzzaman saat ditemui MySharing di Jakarta, awal pekan ini di Jakarta.

industri produk halaMenurut Nadratuzzaman, sinergi antara industri produk halal dengan industri keuangan syariah adalah sangat penting untuk bisa dilakukan. Karena faktanya, selama ini industri produk halal di Indonesia kurang bisa berkembang, terutama karena industri ini tidak didukung oleh berbagai kalangan bisnis di tanah air, temasuk juga dari kalangan industri keuangan syariah. Padahal menurut Nadratuzzaman, prospek industri produk halal di tanah air ini sangatlah bagus dan potensial.

“Seharusnya terdapat sinergi yang kuat antara industri keuangan syariah, terutama perbankan syariah, dengan industri produk halal. Sebab kalau ini bisa dilakukan, maka industri produk halal di Indonesia bisa maju dan berkembang dengan pesat,” papar Nadratuzzaman yang juga pernah menjabat sebagai Direktur LPPOM MUI bersemangat.

Nadratuzzaman menegaskan, dirinya sangat menyesalkan, banyak kalangan para pebisnis di tanah air, termasuk juga sebagian pebisnis Muslim, yang justru enggan unuk mendukung industri produk halal di Indonesia. Contohnya saja, banyak diantara para pebisnis kita sendiri yang tidak concern dan enggan menggunakan sertifikasi produk halal. Padahal, lanjut Nadra, justru para pebisnis dari luar negeri (mancanegara) yang sangat concern terhadap penggunaan sertifikasi halal di Indonesia.

“Ironisnya, justru kalangan bisnis dari luar yang ingin membuka bisnisnya di Indonesia malah sangat concern untuk menggunakan sertifikasi produk halal ini. Mereka menganggap sertifikasi halal ini sangat membantu bisnis mereka di Indonesia. Nah, justru para pebisnis kita sendiri, yang tidak menganggap penting sertifikasi halal ini,” ujar Nadratuzzaman menyesalkan.

Bukan hanya dari kalangan pebisnis, Nadratuzzaman juga menyesalkan, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya sertifikasi produk halal juga masih belum tinggi. Sehingga industri produk halal di Indonesia saat ini perkembangannya relatif masih jalan di tempat, meskipun prospeknya sangat bagus di atas.

Nadratuzzaman sendiri sangat berharap, industri produk halal di Indonesia ini untuk ke depannya agar bisa didukung oleh para pihak terkait, termasuk utamanya industri keuangan syariah di atas. Telebih dengan sekarang industri pariwisata syariah di tanah air mulai diperkenalkan dan dikembangkan oleh Pemerintah RI.

Karena bagaimanapun, untuk mengembangkan industri pariwisata syariah di suatu Negara, sangat membutuhkan dukungan dari majunya industri produk halal di Negara tersebut yang bersangkutan. Ambil contoh seperti di Negara tetangga kita, atau Negara se-kawasan seperti Malaysia, dan Thailand. Di kedua Negara tersebut. industri pariwisata syariahnya bisa maju dengan pesat, antara lain karena didukung industri produk halalnya yang telah berkembang dengan baik. Demikian Nadratuzzaman Hosen.*