Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyambut baik upaya Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia (IPMI) dalam mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Namun, JK mengingatkan IPMI bahwa dalam pembangunan ekonomi, kebijakan pemerintah sangat universal.

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia (IPMI) Syaiful Anwar mengatakan bahwa IPMI berkomitmen dan fokus pada pengembangan UMKM agar dapat bersaing pada pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA ) 2015 mendatang.
Namun demikian, tegasnya, IPMI menghadapi kendala dalam pengembangkan UMKM tersebut. Yakni sulitnya mendapatkan modal pekerjaan dari perbankan karena bank saat ini menerapkan jaminan berupa fixed asset.
IPMI mengharapkan adanya kelongggaran dalam hal mendapatkan kredit, terutama dari bank-bank daerah.”Kami berharap bank daerah membentuk suatu penjaminan agar pengusaha daerah, khususnya UMKM mendapatkan kredit,” kata Syaiful, seperti dikutif dari laman resmi Wapres, Jumat (28/11).
- CIMB Niaga Gaungkan The Cooler Earth 2025, Ajak Masyarakat Partisipasi Gerakan Keberlanjutan
- BSI Siapkan Promo Beli Emas Sekaligus Berdonasi
- CIMB Niaga Syariah Akan Menjadi Salah Satu Pilar Penting dalam Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional
- CIMB Niaga Gelar Workshop dan Kelas Jurnalisme Inspiratif, Dorong Peningkatan Kompetensi Jurnalis
Terkait permodalan, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan bahwa pemerintah telah memiliki program Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Kredit ini disalurkan oleh sejumlah bank pemerintah kepada usaha kecil tanpa agunan atau fixed asset,” tegas JK.
Lebih lanjut JK menegaskan, bahwa setiap program dan kebijakan pemerintah bersifat universal bagi seluruh rakyat Indonesia bukan untuk golongan atau kelompok tertentu. Untuk itulah, ia berpesan agar IPMI mengedepankan semangat kewirausahaan agar dapat bertahan di tengah persaingan global, karena pada prinsipnya bisnis tidak mengenal agama, suku dan ras.
JK pun mengingatkan, agar umat Islam tidak terlalu mengharapkan bantuan yang berlebih dari pihak manapun termasuk pemerintah. “Bisnis itu tidak mengenal agama, sangat netral. Ideologi bisnis itu ada tiga, yaitu lebih baik, lebih murah dan lebih cepat,” ujar JK.
Dalam kesempatan ini juga, IPMI mengundang Wapres menghadiri Dialog Nasional Pengusaha Muslim Indonesia yang akan diselenggarakan di Jakarta, pada 21 Januari 2015. Menurut Syaiful, dialog ini akan menghadirkan sejumlah pengusaha nasional dan international, yang diharapkan dapat memberikan konstribusi nyata terhadap perekonomian Indonesia ke depan.

