Tim Komite Umat untuk Tolikara (Komat) menemukan gambar bendera Israel di rumah warga Tolikara Papua pada kunjungannya, Selasa (21/7).

Komat Temukan Gambar Bendera Israel di Tolikara

[sc name="adsensepostbottom"]

Dalam kunjungannya ke Papua pada Selasa lalu, Komite Umat untuk Tolikara (Komat) menemukan banyak bendera Israel.

Tim Komite Umat untuk Tolikara (Komat) menemukan gambar bendera Israel di rumah warga Tolikara Papua pada kunjungannya, Selasa (21/7).
Tim Komite Umat untuk Tolikara (Komat) menemukan gambar bendera Israel di rumah warga Tolikara Papua pada kunjungannya, Selasa (21/7).

Anggota Dewan Syuro Komat Hidayat Nur Wahid, mengatakan, pihaknya menemukan gambar bendera Israel di beberapa rumah, mobil-mobil warga dan tempat-tempat yang mudah dilihat warga Tolikara Papua.

Fakta ini, kata Hidayat, ditemukan oleh tim Komat yang sudah terjun ke Tolikara Papua, pada Selasa (21/7) lalu. “Kenapa ada bendera bangsa Israel di Papua? Ini sangat layak dipertanyakan,” kata mantan Wakil MPR ini, di Jakarta, Kamis (23/7). Baca: Inilah Pernyataan Sikap Komite Umat untuk Tolikara.

Menurutnya, peredaran gambar bendera Israel itu menjadi aneh, karena selama ini, Indonesia tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. ”Bahkan di Jakarta pun kita tidak menemui bendera ini. Ada apa dengan hal tersebut,” tukasnya.

Hidayat pun mencurigai ada pihak asing, termasuk Israel yang berusaha mengganggu kerukunan hidup beragama di Papua. Caranya, dengan menciptakan konflik antara umat Kristen dan Islam di Kabupaten Tolikara, hingga penyerangan pada saat pelaksanaan shalat Idul Fitri, Jumat 17 Juli 2015 lalu.

Menurutnya, di Papua jarang terjadi konflik antar agama, yang ada hanya konflik antar suku.
”Permasalah di Papuan memang sangat rentan dijadikan sarana pihak-pihak asing mengeluarkan Papua dari Indonesia,” kata Hidayat. Ia mengungkapkan, konflik sengaja diciptakan agar situasi Papua memburuk. Jika memburuk, pemerintan Indonesia bakal dianggap lalai atau tidak mampu menjaga stabilitas keamanan Papua. Di sinilah peran asing nantinya akan mengambil alih tanah Cendarawasih yang banyak sumber daya alamnya itu.