Korsel Adaptasi Sistem Halal UEA

[sc name="adsensepostbottom"]

 Produk-produk agro dari Korea Selatan banyak disukai oleh masyarakat Uni Emirat Arab (UEA). Untuk memenuhi permintaan, Korea Selatan pun mengadaptasi sistem sertifikasi halal UEA.

produk halal koreaDuta Besar Korea Selatan untuk UEA Kwon Hae-ryong menuturkan, saat ini, produk-produk agro dari Korea Selatan sudah diminati di pasar UEA. Untuk meningkatan pemasaran, Korea Selatan akan mengadaptasi sistem sertifikasi halal UEA, yang ditargetkan bisa menjadi katalis perdagangan produk hewan.

” Program sistem sertifikasi halal UEA akan dikenalkan di Korea Selatan. Kami berharap, produk-produk Korea Selatan akan semakin populer di UEA,” kata Kwon, seperti dilansir dari The National, Selasa (8/9).

Kwan menyampaikan, Korea Selatan bahkan membuka kantor Pusat Perdagangan Agro di Abu Dhabi. Menurutnya, kantor ini akan menjadi pusat bertukar informasi mengenai sertifikasi halal dengan Otoritas Standarilisasi dan Metrologi Emirat (Esma).

Sementara itu, Presiden CEO Korea Agro Fisheries and Food Trade Corporation Kim Jae-soo mengatakan, pihaknya menyambut baik langkah pemerintah Korea Selatan untuk mengadapatsi sistem sertifikasi halal UEA. “Perdagangan kedua negara sangat intensif, permintaan produk-produk Korea Selatan juga meningkat di UEA dari tahun ke tahunnya,” kata Jae.

Menurutnya, sekitar 90 persen pangan UEA merupakan hasil impor, kerja sama dengan berbagai negara salah satunya Korea Selatan. Hal ini akan membuat negara Korea Selatan akan mendiversifikasi sumber pangan dan mencukupi permintaan.

Presiden Emirati-Korean Freindship Society Humaid Al Hamdani menilai dengan adanya kantor Pusat Perdagangan Agro Korea Selatan di UEA dan adaptasi sistem halal UEA oleh Korea Selatan, menandakan kerja sama kedua negara akan semakin dalam. Humaid menilai bahwa buah-buahan dari Korea Selatan akan disukai di UEA.

Menurutnya, lima tahun lalu produk dari Korea Selatan belum banyak dikenal publik UEA. “Jika produk tersebut bisa mengikuti standar halal, maka akan mampu masuk ke pasar yang besar. Apalagi UEA, adalah pintu masuk ke pasar Timur Tengah,” ujar Humaid.

Sebagai negara multikultural, UEA menjadi tempat yang potensial untuk memasarkan produk makanan baru. Apalagi produk Korea Selatan sudah banyak didapati di supermarket UEA. Masyarakat UEA selalu mencari makanan baru.

Industri ritel UEA menunjukkan minat memasok produk-produk halal dari Korea Selatan. Seperti perusahaan pemasok buah-buahan dan sayuran di UEA pun akan berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat UEA. Bahkan,   Direktur UEA Big Hit Ahmed Khoori mengaku tertarik untuk mengimpor buah-buahan dari Korea Selatan sesuai musim di sana. “Belum ada buah impor dari Korea Selatan, apel memang sudah diimpor dari china, tapi kualitasnya bukan yang terbaik,” papar Ahmed.