KSEI

KSEI Targetkan Online Data Investor Mulai Pekan Depan

[sc name="adsensepostbottom"]

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) baru saja menandatangani kerjasama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri hari ini, Senin (25/8), terkait penggunaan data kependudukan untuk keakuratan basis data investor. Sistem data online pun diperkirakan dapat dilakukan mulai pekan depan. Namun untuk keseluruhan kesiapan infrastruktur ditargetkan rampung pada akhir 2015.

KSEIDirektur Utama KSEI, Heri Sunaryadi, mengatakan usai penandatanganan kerjasama dengan Kemendagri, KSEI akan melakukan cek silang dengan seluruh data investor dan sosialisasi kepada anggota bursa. “Realisasi infrastruktur akan mulai minggu depan jadi bisa langsung online dan link dengan Dukcapil,” kata Heri, di Main Hall Galeri Bursa Efek Indonesia, Senin (25/8).

Investasi yang dikeluarkan untuk pembenahan infrastruktur pun tak besar, namun Heri enggan menyebut angka pastinya. “Investasi tidak mahal karena hanya online. Nanti yang akan mahal investasinya tahun depan bagaimana di masing-masing anggota broker sudah punya card reader masing-masing, itu akhir 2015,” ungkap Heri.

Ia menjelaskan secara prakteknya hanya KSEI dan Dukcapil yang bisa online data kependudukan. Anggota bursa dapat mengecek data investor melalui KSEI. Melalui pengecekan data tersebut pun targetnya adalah tidak ada lagi investor dengan identitas ganda. Heri menambahkan ke depan pihaknya juga akan sosialisasi mengenai kerjasama KSEI dengan Dukcapil kepada anggota bursa dan diharapkan pada jangka panjang investor yang ingin masuk ke pasar modal sudah mempersiapkan diri dengan KTP elektronik.

“Dengan infrastruktur ini mendorong katalisator orang lebih mudah untuk menjadi investor pasar modal. Harapannya jumlah investor naik tapi ujung tombaknya tetap anggota bursa. Kami yang sediakan amunisi bagi anggota bursa agar lebih mudah menggaet investor, jadi mereka lebih mudah berbisnis dan lebih akurat,” papar Heri.

Pada saat awal proyek pengembangan infrastruktur pasar modal pada 2009 belum tersedia basis data kependudukan yang secara nasional diadministrasikan secara terpusat untuk dijadikan acuan. Pembentukan basis data investor di KSEI sepenuhnya mengandalkan peran Pemegang Rekening KSEI dalam menyediakan data nasabah yang lengkap dan akurat, termasuk juga bila ada pengubahan data nasabah.

Penerapan KTP elektronik secara nasional bagi penduduk Indonesia memberikan basis data kependudukan nasional yang dapat dijadikan sebagai acuan data investor pasar modal yang dibentuk di KSEI. Sebelumnya ada sekitar 15 ribu data investor yang dihapus oleh KSEI karena berpotensi ganda. “SID ganda sudah kami bersihkan dan sekarang sudah tidak ada lagi,” imbuh Heri.

Hingga akhir tahun KSEI menargetkan jumlah investor bisa mencapai 350 ribu. Sampai saat ini jumlahnya sekitar 330 ribu. Ke depannya, diharapkan database kependudukan ini juga akan digunakan sebagai acuan validasi dan verifikasi data nasabah reksadana.