LPPOM MUI Akan Gelar Pameran Halal Dunia 2015

[sc name="adsensepostbottom"]

Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) akan kembali menggelar Indonesia International Halal Expo (INDHEX) 2015.

index 2015Agenda rutin tahunan ini akan digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran Jakarta, pada 30 September -3 Oktober 2015 mendatang.

“INDHEX 2015 ini memasuki pelaksanaan yang kelima dan lebih mengarahkan pada penyediaan sarana bagi transaksi pasar halal global sebagai Bisnis to Bisnis Expo,” kata Direktur LPPOM MUI, Lukmanul Hakim, dalam rilisnya yang diterima MySharing, Senin (31/8).

Lukman menjelaskan, INDHEX ini diarahkan untuk membangun masyarakat loyal produk halal dalam menyongsong perdagangan bebas. Dengan adanya konsumen loyal terhadap produk halal, diharapkan Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan memiliki kekuatan ekspor luar negeri melalui pemantapan peran sebagai Pusat Halal Dunia.

Menurut dia, inovasi di bidang pangan, obat, kosmetik dan produk gunaan saat ini banyak bermunculan seriring dengan pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi. “Konsumen masyarakat dunia semakin tinggi terhadap produk halal karena telah tumbuhnya pemahaman bahwa produk halal berkualitas,” ungkapnya.

Sebagai Lembaga Sertifikasi Halal, kata Lukman, LPPOM MUI turut membangun kepedulian masyarakat terhadap produk halal dengan memberikan informasi dan menyelenggarakan berbagai bentuk sosialisasi halal. Salah satunya melalui acara regular sosialisasi halal INDHEX ini. Acara ini akan berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada 30 September-3 Oktober 2015 mendatang,” katanya.

Selain pameran produk halal aneka rangkaian kegiatan dalam INDHEX 2015 antara lain symposium dan kongres International Halal Reseach, workshop, dan pelatihan halal international, konferensi komunitas, hijab talent, talkshow,halal award dan masih banyak lagi.

Untuk peserta INDHEX 2015 ini akan dihadiri oleh produsen halal dari dalam negeri dan luar negeri, lembaga sertifikasi halal luar negeri dan dalam negeri, UKM dari seluruh provinsi Indonesia, instansi atau perusahaan, pemerintahan, lembaga profesi, dan akademisi.

Lukman berharap, INDHEX 2015 menjadi ajang para stakeholder dan perusahaan bersertifikasi halal sebagai sarana dalam mensosialisasikan dan mempromosikan produk halalnya kepada konsumen sekaligus mendorong industri nasional. “Kami harapkan INDHEX ini menjadi salah satu platform promosi industri produk halal di Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut Lukman menuturkan, bahwa tren konsumen Muslim secara global terus bertumbuh dan diperkirakan menjadi USD 1.626 miliar tahun 2018 atau sekitar 17,4 persen dari total konsumen dunia.

Dari total nilai konsumsi Muslim global tersebut, kata Lukman, Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar dunia sangat berperan sekitar USD 197 miliar. Melihat begitu besarnya potensi konsumsi Muslim global di Indonesia, maka LPPOM MUI sebagai lembaga sertifikasi halal satu-satu di Indonesia, harus mendukung dan menyediakan produk yang menjamin kehalalannya terutama bagi konsumen Muslim Indonesia. “Karena Indonesia juga menjadi pasar produk impor baik pangan, obat, kosmeti dan barang gunaan lainnya,” pungkasnya.