Makanan Halal Rambah Rumah Sakit di Korea Selatan

[sc name="adsensepostbottom"]

Makanan halal kini juga tersedia di rumah sakit Korea Selatan.

middle east patientMeningkatnya jumlah pasien asal Timur Tengah di rumah sakit Korea Selatan membuat petugas setempat menyediakan fasilitas makanan halal. Berdasar data Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan dan lembaga kesehatan, setidaknya 3000 orang asal Uni Emirat Arab menerima perawatan kesehatan di beberapa rumah sakit di Korea Selatan.

Pihak rumah sakit lokal Korea Selatan pun berupaya memenuhi permintaan tersebut dengan mengembangkan menu baru. Seoul National University Hospital menyatakan sudah memiliki 22 menu baru, mulai dari sup dan makanan pembuka, hingga salad dan makanan utama.

Seoul National University Hospital pun membentuk gugus kerja khusus untuk pengembangan menu halal, yang telah mulai bekerja sejak Mei 2015. Untuk memenuhi kebutuhan bahan masakan halal, staf rumah sakit sampai perlu ke luar negeri untuk membeli bahan-bahan yang tak tersedia di Korea Selatan.

“Ada banyak jenis bahan yang tidak diimpor ke sini. Staf rumah sakit harus pergi ke luar negeri untuk membelinya, dan terkadang mantan pasien atau wali mereka akan mengirimkannya ke kami,” kata Anggota Gugus Kerja Khusus Makanan Halal Seoul National University Hospital Seo Soo-ryang, dikutip dari Yonhap, Jumat (3/6).

Menurut Soo-ryang, sebagaimana beragam wilayah di Korea Selatan mempunyai selera makanan berbeda, pasien asal Timur Tengah pun punya preferensi pribadi terkait makanan halal. “Kami membutuhkan bantuan untuk mengatasi terbatasnya ketersediaan bahan makanan halal,” ujarnya.

Sementara, Samsung Medical Center juga memerhatikan momen bulan Ramadhan yang akan dimulai pekan depan. Pihak rumah sakit telah menyatakan bahwa mereka akan menyediakan menu makan malam khusus dan menambah porsi makanan di bulan suci tersebut.

[bctt tweet=”Pasien Timur Tengah sangat cermat tidak hanya ketika Ramadhan” username=”my_sharing”]

“Pasien Timur Tengah sangat cermat tidak hanya ketika Ramadhan, tetapi juga soal waktu shalat dan kontak dengan wanita. Jadi kami pun  sangat memerhatikan pelayanan non medis,” kata Kepala Layanan Kesehatan Internasional Samsung Medical Center Lee Sang-chul.