Pertumbuhan pesat industri keuangan syariah global mendorong Malta untuk meluncurkan indeks syariah.

“Menentukan waktu yang tepat untuk meluncurkan suatu indeks baru tidak pernah mudah dan tergantung pada banyak faktor. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi Bursa untuk mencari bisnis luar negeri, yang akan menjadi tahap pengembangan kami selanjutnya. Sektor keuangan Malta yang multi-disiplin, sikap ‘Bisa’ dan ‘Terbuka untuk bisnis’, dan kedekatannya secara geografis dan budaya dengan anggota Uni Eropa menjadikan Malta sebagai tempat ideal untuk menarik bisnis ke negara kami,” paparnya, dilansir dari CPI Financial, Selasa (9/2).
Ia menambahkan sektor keuangan syariah merupakan area penting dengan potensi besar. “Sekarang Bursa mengambil langkah nyata dan konkret dengan membentuk Islamic Finance Equity Index. Ini memberikan pesan jelas bahwa kami tertarik mengembangkan pasar penting tersebut di Malta,” cetus Muscat. Baca Juga: Hadirnya ETF Syariah di Bursa Efek New York
- Bank Mega Syariah Umumkan Pemenang Poin Haji Berkah Tahap 3
- BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel
- BCA Syariah Luncurkan BSya Digital Membership Card Ivan Gunawan Prive dan Mandjha
- CIMB Niaga Ajak Nasabah Kelola Gaji dan Finansial dengan Lebih Bijak melalui OCTO
Kendati Malta punya populasi Muslim, hal itu tidak menjadi faktor utama peluncuran Indeks Syariah. “Meski ada komunitas Muslim yang signifikan di Malta, kami tidak melihat Indeks bisa berdiri sendiri, dan akan membutuhkan kehadiran internasional yang lebih kuat agar keuangan syariah berkembang baik,” katanya.
Bursa Efek Malta pun akan mengadakan sejumlah roadshow sepanjang tahun ini demi menarik minat penerbit potensial. “Kami perlu mempromosikan layanan kami dan itu akan dilakukan di Dubai dan lokasi lainnya dalam beberapa bulan ke depan,” pungkas Muscat.
[bctt tweet=”Populasi Muslim bukan faktor utama peluncuran Indeks Syariah di Malta”]

