Shalat subuh berjamaah menjadi kekuatan untuk membantu sesama.
Dalam Pelatihan Masjid Mandiri di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (24/9), Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Yogyakarta Muhammad Jazir ASP memberi tips mengenai membangun kesadaran shalat subuh berjamaah.
Jazir mengingatkan agar setiap orang menyadari betapa besarnya peran masjid dalam membuat perubahan bagi wilayah sekitarnya. “Salah satu cara memulai perubahan adalah dengan meramaikan shalat subuh berjamaah layaknya shalat Jumat. Saya yakin setiap orang mampu menunjukan kekuatannya,” ujarnya.
Jazir mengisahkan kalau ia mempunyai trik khusus dalam mengajak warga sekitar masjidnya shalat subuh berjamaah.
“Bagaimana memulai? Yakni membuat database masjid, kalau sudah ada data bisa petakan dakwah masjid. Pertama, kita ajak shalat dulu mereka yang belum shalat. Kalau sudah shalat, kami undang shalat berjamaah subuh. Kami sediakan kopi susu, kehilangan sandal kami ganti dengan merek sama, ada doorprize,” papar Jazir di hadapan peserta pelatihan.
Jazir menilai shalat subuh berjamaah menjadi kekuatan setiap orang dalam membantu sesama. Salah satu contohnya, ia menggagas adanya infaq subuh. Tujuannya membantu orang memperoleh akses kesehatan.
“Ada jamaah masjid pingsan sakit stroke, kita buka infaq subuh untuk yang sakit kita asuransikan lewat infaq itu sekitar 40 ribu sebulan. Sebelum ada BPJS, kami sudah lakukan ini, caranya ada yang infaq seribu rupiah sebulan bisa Rp 30 ribu, sisanya pakai kotak amal masjid atau dari sumbangan yang sudah mempunyai asuransi,” tegasnya.

