Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mengelar Gerakan Minum Jamu (GJM). Gerakan ini bertujuan untuk mengaungkan minuman tradisional Indonesia dan memperkuat ekonomi rakyat.

Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspoyoga mengatakan, Gerakan Minum Jamu (GJM) ini untuk meningkatkan kebanggaan minum jamu di kalangan masyarakat Indonesia terhadap warisan budaya. ”Tujuan utamanya, untuk meningkatkan ekonomi rakyat. Kalau jamu popular di masyarakat, kapasitasnya juga akan tinggi,” kata Puspoyoga, dalam rilisnya yang diterima MySharing, Jumat (9/1).
Ia menegaskan, minum jamu sangat menyehatkan tubuh karena semua bahan-bahannya lokal. Serapan tenaga kerja di industri jamu juga tinggi. Sehingga tidak dipungkiri industri ini bisa mengentaskan pengangguran dan meningkatkan kesehjateraan rakyat Indonesia.
Pengembangan industri jamu, menurutnya, merupakan bagian dari pengembangan ekonomi rakyat. Terlebih saat ini, perusahaan-perusahaan yang berbasis jamu sudah memiliki daya saing yang unggul, bukan hanya didalam negeri tapi di luar negeri, khususnya di Asian. “Beberapa perusahaan jamu sudah memasuki pasar international. Keuntungan ekspor jamu dalam negeri mencapai angka yang tinggi,” katanya.
- Bank Mega Syariah Rayakan Harpelnas 2026 Berikan Layanan Medical Check-Up Gratis untuk Nasabah
- Bank Muamalat Indonesia Menutup Rangkaian Kegiatan HUT RI ke-81 dengan Meriah
- CIMB Niaga Hadirkan Beragam Apresiasi untuk Nasabah di Hari Pelanggan Nasional 2026
- Bank Muamalat Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, Tempatkan Nasabah sebagai Pusat Inovasi
Menurutnya, kegiatan minum jamu akan terus dilaksanakan di Kemenkop dan UKM. Kegiatan ini juga akan berlangsung di kementerian-kementerian lain secara berkelanjutan.”Kami berharap Gerakan Minum Jamu ini bisa masuk Istana Negara,” ujarnya.
Acara GJM yang digelar di kantor Kemenkop dan UKM, Jumat (9/1) ini dihadiri pula oleh menteri Pariwisata Arief Yahya,Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Perdagangan Rachmat Gobel, Menteri Perindustrian Saleh Husein, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursidan Balda.

