Mesir Resmikan Terusan Suez Baru

[sc name="adsensepostbottom"]

Mesir membuka sejarah baru hari ini, Kamis (6/8), dengan meresmikan Terusan Suez Baru.

terusan-suezJalur Terusan Suez Baru melibatkan penggalian dan pengerukan sepanjang 45 mil dari total panjang kanal 120 mil, dengan membuat jalur air paralel di tengahnya sehingga akan mampu menampung kapal terbesar dunia lewat di dua arah. Dengan kedalaman mencapai 79 kaki, kanal Terusan Suez Baru pun akan mampu menampung kapal-kapal besar.

Dilansir dari Daily Mail, Kamis (6/8), awalnya proyek Terusan Suez Baru direncanakan selesai dalam tiga tahun, namun akhirnya selesai dalam waktu satu tahun saja. Pemerintah Mesir mengebut pengerjaan proyek tersebut tanpa henti demi mendorong pertumbuhan ekonomi negara. Setidaknya sekira 10 persen perdagangan dunia memanfaatkan terusan yang menghubungkan Laut Merah dengan Laut Mediterania ini, sehingga kapal tak perlu memutar melewati benua Afrika.

Utusan Khusus Presiden RI untuk Urusan Timur Tengah dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Alwi Shihab, mengatakan Indonesia perlu memanfaatkan Terusan Suez Baru untuk meningkat kerjasama ekonomi kedua negara. “Indonesia dapat memanfaatkan keberadaan sejumlah zona ekonomi di Mesir, khususnya di sepanjang Terusan Suez untuk pengembangan investasi Indonesia di Mesir,” kata Alwi, dilansir dari Antara. Baca: Indonesia Bidik Pasar Ekspor Afrika via Mesir

Alwi menegaskan pentingnya keberadaan Terusan Suez bagi peningkatan aktivitas perdagangan dunia, khususnya bagi negara-negara di kawasan. Menurutnya, manfaat pembangunan mega proyek Terusan Suez Baru tidak hanya dapat dirasakan oleh Mesir, tapi juga oleh negara-negara sekitar dan juga negara yang selama ini memanfaatkan jalur Terusan Suez, termasuk Indonesia. Pembukaan jalur perlintasan Terusan Suez Baru dinilai dapat mengurangi tempo menunggu bagi kapal yang melintas di terusan terpenting di dunia tersebut.

Yang menarik, pendanaan proyek ini sepenuhnya berasal dari masyarakat Mesir, tanpa adanya bantuan luar negeri. Melalui Suez Canal Certificates, dana untuk pelebaran Terusan Suez pun terkumpul mencapai 8 miliar dolar AS dalam beberapa hari saja. Presiden Mesir Abdel Fattah Al Sisi, mengatakan Terusan Suez Baru merepresentasikan pencapaian masyarakat Mesir yang mampu membiayai sendiri proyek tersebut. “Hasil tersebut juga menunjukkan keuletan dan kerja keras masyarakat Mesir,” ujarnya kepada WSJ. Baca Juga: Mesir Tertarik Belajar Islam Nusantara

Terkait pembiayaan pembangunan Terusan Suez Baru yang dinilai unik, menurut Alwi, hal tersebut dapat dipelajari oleh Indonesia dalam pembiayaan proyek-proyek besar, tanpa harus membebani pemerintah dengan utang luar negeri. Pada tahun lalu Terusan Suez memberikan pemasukan hingga 5,3 miliar dolar bagi kas pemerintah Mesir. Hadirnya Terusan Suez Baru pun dinilai akan mampu meningkatkan pendapatan pemerintah lebih dari dua kali lipat. Pemerintah Mesir memperkirakan pendapatan akan meningkat hingga 13 miliar dolar pada 2023 jika jumlah kapal yang transit naik dua kali lipat menjadi 97 kapal.