Minum Soda Jangan Berlebihan

Meski Soft Drink Halal, Tapi Jangan Berlebihan

[sc name="adsensepostbottom"]

Minuman soda (soft drink) yang beredar di pasaran sebagian  sudah bersertifikasi halal MUI.  Namun sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan dan dalam jangka panjang.

Minum Soda Jangan Berlebihan
Minum Soda Jangan Berlebihan

Minuman soda (soft drink) menjadi favorit jutaan orang. Rasanya yang manis dan menyegarkan menghadirkan sensasi tersendiri bagi para penikmatnya. Apalagi jika di minum dalam keadaan dingin,hmmm…. rasanya jauh lebih menyegarkan.

Namun, sepertinya produk olahan yang mengandung bahan kimia, minuman ringan berkarbonasi tersebut juga tidak baik bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Apalagi dalam takaran yang berlebihan. Beberapa penelitian yang menemukan efek negatif dari kebiasaan minum soft drink secara berlebihan mulai dari obesitas hingga penyakit jantung.

Islam juga telah mengingatkan umatnya agar tidak makan atau minum secara berlebihan. Dalam hadist Sunan Tirmizi nomor 2380 mengungkapkan “ Tak ada wadah yang dipenuhi oleh manusia lebih baik daripada perut (lambung). Cukup bagi manusia beberapa suap yang dapat menegakkan sulbinya, kalau memang harus memenuhinya, hendaknya sepertiga untuk makanannya, seperti untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya.

Ungkapan itu terdapat pula dalam Sunan Ibnu Majah nomor 3349 dan Musnad Ahmad nomor 17186 dengan redaksi yang sedikit berbeda. Menurut Al-Albani derajat hadist ini sahih, yang intinya agar umat tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan.

Bahkan Rasullullah SAW berpesan melengkapi tuntutan adab makan dalam Islam. Pesan ini sekaligus mempertegas larangan makan dan minum secara berlebihan yang telah disampaikan oleh Alqur’an. “Makan dan minumlah, dan jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al A’raf: 31).

Kembali ke minuman soda. Masyarakat di Amerika Serikat dan Eropa, belum lama ini kembali diingatkan mengenai bahaya yang tersimpan dalam kaleng soda. Temuan dari badan kesehatan di AS menunjukkan bahwa salah satu zat pewarna yang digunakan dalam produk soda ditengarai mampu memicu penyakit kanker. Sementara pakar kesehatan dari Centre for Science in the Public Interest menemukan bahwa satu kaleng soda ternyata mengandung zat pewarna yang cukup tinggi.

Lalu apa yang menyebabkan minuman soda tersebut dinilai membahayakan?Dilansir dari situs Daily Mail, menyebutkan ada beberapa kandungan dalam minuman soda yang dianggap sangat membahayakan bagi kesehatan. Beberapa kandungan tersebut memiliki efek negatif bagi kesehatan tubuh.

Misalnya, zat pewarna berasal dari zat yang disebut methylimidazole (4-MI). Dalam sebuah penelitian i California, konsumsi zat 4-MI secara berlebihan dan terus menerus dapat memicu kanker. Minuman soda diduga juga mengandung kafein dalam jumlah tinggi, seperti dari satu cangkir kopi biasa. Meski masih banyak perdebatan mengenai manfaat kafein, namun fakta menunjukkan jika kafein dapat meningkatkan tekanan darah tinggi, dan mempercepat detak jantung. Selain itu, kafein menghentikan proses pencernaan zat besi dari makanan. Jadi orang gemar minum soda kemungkinan besar beresiko mengalami kekurangan zat besi.

Ancaman terbesar dari minuman soda adalah kadar gulanya yang sangat rentan mengidap obesitas. Jika sudah begitu, Anda juga akan semakin mudah terkena penyakit diabet tipe 2, jantung dan terserang stroke. Selain itu, dapat menyebabkan depresi, gangguan ingatan dan gigi mudah rapuh.

Asam fostat diklaim menjadi salah satu menyebab gangguan pada ginjal. Studi sodaaaayang dilakukan para peneliti dari US National Instututes of Health di Maryland AS, menemukan bahwa minum lebih dari dua kaleng soda setiap hari, beresiko meningkatkan gangguan pada ginjal dua kali lipat yang disebabkan oleh kandungan asam fostat. Studi lain di AS menyebutkan bahwa wanita yang mengkonsumsi sodah lebih dari tiga kaleng dalam sehari dapat mengikis ketebalan tulang dan membuat tulang mudah keropos.

Bahan lainnya adalah asam sitrat yang merupakan salah satu zat utama membuat rasa menendang pada soda. Alaminya zat ini ada pada buah-buahan seperti jeruk dan lemon. Kendati demikian, konsumsi asam sitrat berlebih dapat membuat korosi pada gigi. Dalam kasus yang ekstrim, korosi ini dapat menyebabkan gigi mudah patah.

Ini terbukti dengan hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal General Density. Dalam tulisannya, para peneliti menyatakan bahwa dalam tiga menit pertama saat diminum, soda sepuluh kali lebih korosif dibandingkan dengan minuman jus.

Memang minuman berkarbonasi yang bereada di pasaran sebagian besar telah memiliki sertifikasi halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan lolos dari Badan Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetik (LPPOM). Seperti Panta, Cola-cola dan Sprite produksi the Coca Cola Company, Big Cola yang diproduksi PT Aje Indonesia dan Pepsi dari PT Prima Cahaya Indo Beverege.

Namun begitu, konsumen tetap harus bersikap bijak bahwa minuman soda sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan dan dalam jangka waktu yang lama. Karena sangat tidak baik untuk kesehatan tubuh manusia.