Petinggi MUI dan CIA foto bersama pada kunjungannnya di GHC di Bogor, Kamis (20/11). foto: LPPOM MUI

MUI dan CIA Jalin Kerjasama Standarisasi Produk Halal

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjalin kerjasama dengan China Islamic Association (CIA) yang ditandai dengan penandatangan Mutual of Understanding (MoU) antara Ketua Umum MUI Din Syamsudin dan Presiden CIA Imam Xilaluddin Chen di Beijing China, pada awal November 2014.

Petinggi MUI dan CIA foto bersama pada kunjungannnya di GHC di Bogor, Kamis (20/11). foto: LPPOM MUI
Petinggi MUI dan CIA foto bersama pada kunjungannnya di GHC di Bogor, Kamis (20/11). foto: LPPOM MUI

Penandatangan MoU ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antara MUI dan CIA secara berkesinambungan dalam beberapa hal diantaranya, standarisasi produk halal, seminar pelatihan tentang peradaban Islam di Indonesia dan China, pameran budaya Islam, pertukaran pelajar, pertukaran ulama China-Indonesia dan kerjasama dalam pembuatan film warisan budaya Islam di dua negara. Baca juga: LPPOM MUI Gelar Pelatihan Halal di China

Din Syamsudin mengatakan, MUI dan CIA memiliki kesepakatan terkait standarisai produk halal. Pihak China bersedia melaksanakan standar-standar halal baik untuk makanan, obatan dan produk lainnya sesuai dengan LPPOM MUI. Hal ini agar produk halal China dapat masuk ke Indonesia. “Program kerjasama ini akan mulai berjalan dalam waktu tiga bulan kedepan,” kata Din, dalam rilisnya yang diterima MySharing, Jumat (21/11).

Menindak-lanjuti penandatangan kerjasama tersebut, pimpinan CIA Imam Xilaluddin Chen Guangyuang, Direktur Hubungan International CIA Chen Yulong dan rombongan pun melalukan kunjungan ke Global Halal Centre (GHC) dikantor LPPOM MUI di Bogor, Kamis (21/11).

Chen Yulong mengatakan, kunjungan ke Indonesia untuk bersilaturahmi mempererat hubungan ukhuwah Islamiyah, sekaligus meminta informasi, menelaah dan mempelajari atau melakukan investigasi tentang ketentuan halal dan sertifikasi halal yang ditetapkan oleh LPPOM MUI. “Ini merupakan tindak-lanjut dari kesepakatan yang telah ditandatandangi di Beijing beberapa waktu lalu,” kata Chen.

Prinsip Penting dalam Proses SH

Pada kunjungan ini, mereka meminta penjelasan apa saja persyaratan dan bagaimana prosedur lembaga sertifikasi halal, agar memperoleh pengakuan dari MUI. Direkur LPPOM MUI Lukmanul Hakim pun menjelaskan tentang pengertian dan kriteria halal yang telah ditetapkan oleh MUI, terkait prosedur yaitu persyaratan dalam sertifikasi halal dan penetapan fatwa oleh Komisi Fatwa MUI.

Wakil Direktur LPPOM MUI Muti Arintawati dihadapan rombongan CIA menjelaskan, tentang tiga prinsip dalam proses Sertifikasi Halal (SH). Pertama, otentifikasi untuk menjamin dan menyakinkan bahwa semua bahan maupun alat pemprosesan yang dipergunakan tidak mengandung bahan-bahan yang dilarang dalam Islam. Kedua, traceability atau penelusuran tentang bahan-bahan yang dipergunakan dari hulu sampai hilirnya, dari bahan baku sampai produk jadi. Dan ketiga adalah penyusunan Manual serta implementasi Sistem Jaminan Halal (SJH).

Sementara Ketua MUI Amidhan Shaberah memaparkan tentang tujuh criteria/Persyaratan bagi Lembaga Sertifikasi Halal (LSH) Luar Negeri untuk mendapat pengakuan MUI.”Persyaratan ini telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Bersama MUI dan LPPOM MUI,” kata Amidhan.

Amidhan menjelaskan dengan rinci terkait persyaratan tersebut, yaitu LSH luar negeri yang melakukan proses sertifikasi halal dan audit halal untuk pangan, obat dan kosmetika, haruslah lembaga yang dibentuk oleh dan/ atau organisasi KeIslaman yang legal/ berbadan hokum/Islamic Centre yang mengembang tugas utama mendidik umat. Selain itu, juga harus memiliki Dewan/Komisi Fatwa yang berfungsi untuk menetapkan fatwa halal serta tim ilmuwan yang memiliki keahlian dalam melakukan audit halal.

Mendengar penjelasan tersebut, Chen Yulong mengaku bahwa mereka memahami tentang hal-hal yang semula ditanyakan dan mengapresiasi proses SH dan SJH yang telah ditetapkan oleh MUI. Menurutnya, proses, prosedur dan tahapan-tahapan yang dilakukan ternyata sangat ketat. “Bagi kami, itu jelas merupakan jaminan akan kehalalan produk yang disertifikasi oleh LPPOM MUI,” tegasnya.

Chen Yulong menilai, bahwa jaminan kehalalan sangat didukung dengan kaidah-kaidah ilmiah, juga proses administrasi dan pengawasan yang sangat ketat. Selain itu, CIA juga telah menyaksikan bahwa LPPOM MUI telah memiliki perangkat laboratorium yang canggih dan lengkap yang mendukung analisis dalam proses sertifikasi halal.