Ninhadir sangat bersyukur mendapatkan modal usaha warungnya dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), hingga bisa menyekolahkan keempat anaknya.
Ninhadir (43 tahun) nampak sumbringah ketika usaha warungnya yang berlokasi di Jalan H Panji 2, RT 01/RW 04 Kampung Masjid Bojong Gede Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mendapatkan manfaat zakat dari PT Penjaminan Syariah (JamSyar) yang dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Salah satu program pemberdayaan usaha mikro mustahik melalui zakat produktif, Baznas bergandengan dengan JamSyar. Usaha produktif seperti penambahan modal usaha milik mustahik ditambah pendampingan dinilai lebih mengkokohkan usaha. Dan, Nanhadir sangat merasakan manfaat zakat dari Baznas tersebut.
Sebelum memulai usaha warung, Nindahir dan suaminya, Isaac (52 tahun), sempat memiliki usaha kredit pakaian. Namur, kata Nindahir, usahanya terhenti saat Ishak sakit. Di saat bersamaan, ia juga harus membayar uang sekolah anak-anaknya, utamanya biaya kuliah anak pertamanya.
Dari informasi yang didapat, Ninhadir pun disarankan untuk meminta bantuan ke Baznas. Wanita kelahiran Ambon ini, lalu mendapat bantuan modal usaha. “Beasiswa sendiri tidak dapat karena saat itu, anak saya tidak mau ikut ke kantor Baznas di Kebun Sirih. Saya pun diarahkan untuk ke permodalan. Alhamdulilah sangat dibantu,” ungkap Ninhadir kepada MySharing, di Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, belum lama ini.
Wanita asla Pulau Haruku, Provinsi Maluku ini mengaku sudah mendapat tiga kali bantuan modal usaha dari Baznas yakni Rp 2 juta, Rp 2 juta, dan yang terbaru Rp 5 juta berupa barang dagangan plus renovasi warung yang ia sewa. Dalam sehari, Ninhadir bisa meraih pendapatan sekitar Rp 1 juta yang kemudian ia gunakan lagi untuk usaha.
“Alhamdulilah usaha warung saya masih ketutup, untuk biaya sekolah, bayar kontrakan, dan biaya hidup hari-hari. InsyaAllah kedepan, saya bisa sedekah,” ujar Ninhadir.
Empat tahun membuka warung, Ninhadir bisa menyekolahkan empat anaknya, dimana satu diantaranya sudah lupus universitas. Sedangkan anak kedua, baru masuk universitas, anak ketiga duduk di bangku SMA, dan keempat adalah siswa SD.
Direktur Baznas Arifin Purwakananta mengatakan, selain bantuan modal usaha, Baznas juga memberikan pelatihan, pendampingan, dan mendengarkan masalah mereka serta membantu menyelesaikan, solusinya bagaimana.
Selama penerima manfaat masuk kelompok mustahik, pendampingan bisa terintegrasi sehingga mereka bisa mengakses beasiswa untuk anak-anak mereka sekolah, layanan kesehatan, dan layanan lainnya dari Baznas.
Arifin menuturkan, zakat perusahaan seperti yang dikeluarkan JamSyar melalui Baznas bisa menghidupkan lagi warung-warung masyaraka, apalagi rasio gini masih tinggi. Maka, kata dia, hadirnya warung kecil juga membantu pemerintah untuk menekan kesenjangan ekonomi.
“Kuncinya adalah usaha dimiliki masyarakat. Sehingga kemajuan kita tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi tapi juga seberapa besar kontribusi bagi mustahik dan pengusaha kecil,” pungkasnya.

