Otoritas Mindanao Dorong Pengembangan Industri Halal

[sc name="adsensepostbottom"]

Komunitas bisnis Mindanao mendesak Kementerian Pertanian Filipina untuk mendukung dan mempromosikan industri halal di kawasan tersebut.

kawasan industri halalDirektur Investasi dan Promosi Otoritas Pengembangan Mindanao Romeo M Montenegro, mengungkapkan dalam konferensi bisnis Mindanao beberapa waktu lalu, para wirausahawan sepakat untuk lebih memperkuat posisi Mindanao sebagai pusat halal di Filipina. “Berdasar hasil resolusi, Mindanao harus mengembangkan industri halal disertai dengan peta jalan produksi agrikultur dan memprioritaskannya,” katanya dilansir dari Sun Star, Rabu (23/9).

Resolusi tersebut juga menyatakan perlunya mengakreditasi satu badan sertifikasi untuk produk organik dan menempatkan satu orang Mindanao sebagai perwakilan sektor swasta di Dewan Organik Nasional. Saat ini perdagangan produk halal global diperkirakan senilai 150 miliar dolar per tahun. Baca: Filipina Siapkan Pusat Halal di Mindanao

Sementara, National Council on Muslim Filipinos (NCMF) menyatakan pemerintah Filipina perlu lebih mempromosikan industri halal, apalagi menjelang integrasi negara-negara ASEAN. Sekretaris NCMF Yasmin Busran-Lao, mengatakan Filipina harus meningkatkan upayanya dua kali lipat agar bisa kompetitif. “Kami harus berupaya dua kali lipat karena negara lain telah membentuk industri halal yang mapan di negaranya, sedangkan kami masih harus mempromosikan industri halal kepada para pengusaha dan konsumen,” jelas Lao.

NCMF mengungkapkan hal yang masih menjadi tantangan industri halal Filipina adalah kesadaran masyarakat, suplai produk makanan halal dan sumber daya manusia. Di Asia Tenggara, negara yang dinilai sudah memiliki industri halal yang mapan adalah Indonesia, Malaysia dan Singapura. Baca: Yuk, Dukung Wakil Indonesia di World Halal Travel Awards!

Dikabarkan sebuah perusahaan invetasi lokal Filipina Escider Inc tengah menyiapkan pembangunan rumah pemotongan hewan sesuai syariah di Toril, Davao City sebelum akhir tahun ini. Rumah pemotongan hewan bersertifikat halal seluas 5000 meter persegi itu akan punya kapasitas hingga 1000 kilo per pekan. Melalui rumah pemotongan hewan itu, Escider ingin menjadi produsen utama di Mindanao.