Pasar Kosmetik Halal di Saudi Diprediksi Naik 15%

[sc name="adsensepostbottom"]

Industri halal kian berkembang pesat, termasuk diantaranya pasar kosmetik halal.

kosmetikhalalDalam laporan TechSci Research bertajuk Saudi Arabia Halal Cosmetics Market Forecast & Opportunities, 2020, pasar kosmetika di Arab Saudi diproyeksikan tumbuh 15 persen per tahun mulai 2015 hingga 2020. Di antara produsen kosmetika halal yang populer di negara itu adalah Inika, One Pure, LLC, FX Cosmetics, Clara International Beauty Group dan Samina Pure Minerals Makeup Ltd.

Berdasar analisis TechSci Research, produk perawatan kulit dan wewangian memiliki pangsa pasar yang besar dalam pasar kosmetika halal Arab Saudi pada 2014. Jenis produk lainnya yang memiliki pangsa pasar utama adalah produk perawatan badan, rambut, bayi, dan make-up. Baca: Aksi Negara Minoritas Muslim Raup Pasar Halal

Direktur Riset TechSci Karan Chechi, menuturkan Arab Saudi merupakan pasar yang menarik bagi kosmetika halal karena punya basis konsumen yang besar. “Untuk menangkap tingginya permintaan kosmetika halal di Arab Saudi, pemain global utama telah ekspansi ke sana melalui pemasaran online. Dengan meningkatkan akses ke produk halal berkualitas tinggi akan meningkatkan konsumsi terhadap kosmetik halal di Arab Saudi dalam lima tahun ke depan,” jelasnya, dilansir dari PR News Wire, Jumat (18/12).

Laporan Saudi Arabia Halal Cosmetics Market Forecast & Opportunities, 2020 menganalisa potensi pasar kosmetika halal dan menyediakan statistik dan informasi mengenai skala pasar, pangsa dan tren. Laporan tersebut juga mengidentifikasi dan menganalisa faktor pendorong dan tantangan utama yang dihadapi pelaku kosmetika halal di Arab Saudi. Baca: Pasar Kosmetika Halal Mencapai 6,78 Persen

Thomson Reuters State of the Global Islamic Economy Report 2014/2015 menyebutkan pasar kosmetika muslim adalah pasar keempat terbesar secara global, setelah Amerika Serikat (81 miliar dolar), Jepang (78 miliar dolar) dan Cina (49 miliar dolar). Sementara negara dengan konsumsi kosmetika halal terbesar adalah Uni Emirat Arab (4,9 miliar dolar), Turki (4,4 miliar dolar), India (3,5 miliar dolar), Rusia (3,4 miliar dolar) dan Indonesia (3,4 miliar dolar).