Jakarta Islamic Index (JII) sore ini ditutup melemah 1,29% atau 7,74 poin ke level 594,12 pada perdagangan Kamis (14/1/2016).

Sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabung (IHSG), akhir sesi I, JII sempat anjlok 14,72 poin ke level 587,14 terpantau adanya tekanan setelah terjadi ledakan di Sarinah, Tamrin sekitar pukul 10.44 WIB.
Namun, berhasil ditutup dengan mengurangi pelemahannya.
- BPKH dan Bank Muamalat Gelar Synergy Roadshow 2026 di Bandung
- CIMB Niaga dan Cathay Hadirkan Solusi Perjalanan Internasional Lebih Efisien via Cathay Travel Fair 2026
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Transaksi Sertifikasi Halal Secara Daring
- BCA Syariah, BEI dan Henan Sekuritas Berkolaborasi untuk Edukasi Keuangan Syariah Bagi Mahasiswa PNJ
IHSG merosot tajam di akhir sesi I, melemah 1,72% atau 77,86 poin ke level 4.459,32. Saat pembukaan perdagangan hari ini, IHSG melemah 44,40 poin atau 0,98 % ke 4.492,78.
PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) Tbk. menekan pelemahan JII dengan turun 1,72% diikuti PT Unilever Indonesia (UNVR) Tbk. yang juga turun 1,04%.
Sementara itu, pada akhir perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah ditutup melemah 72 poin hampir menyentuh level Rp14.000/USD seiring dengan adanya teror bom di kawasan Sarinah Jakarta. Kurs rupiah sempat bergerak pada level terkuat Rp13.822/USD dan terlemah Rp13.982/USD.
Rupiah akhirnya ditutup terdepresiasi 0,52% atau 72 poin ke level Rp13.907/USD. Pelemahan rupiah seiring dengan melemahnya mayoritas mata uang di Asia. Selain itu, setelah terjadi ledakan di Sarinah, Thamrin, Jakarta pada pk.10.40 WIB, beredar rumor di pasar soal bakal melemahnya Rupiah.
[bctt tweet=”Pasca teror hari ini, Rupiah ditutup terdepresiasi 72 poin ke level Rp13.907/USD”]

