Pemerintah Harus Aktif Promosikan Wisata Halal

[sc name="adsensepostbottom"]

 

Potensi wisata halal di Indonesia masih cukup besar, pemerintah harus bergerak cepat mempromosikan dengan mengandeng stakeholder.

Wisata-Syariah-NTB-Sumbawa-273x200Rektor Paramadina, Firmanzah menilai  pengembangan  keuangan syariah itu  tidak hanya pada industri keuangan syariah, seperti perbankan syariah,  tapi juga  pariwisata syariah  atau wisata halal. “Peluang Indonesia untuk menjadi pemain wisata halal itu sangat besar,” kata Firmanzah kepada MySharing, di Jakarta, beberapa hari lalu.

Menurutnya, agar potensi ini  segera terealisasi, pemerintah harus mengenjot pariwisata syariah dengan mengandeng stakeholder. Seperti akademisi, bisnis, komunitas dan media untuk mengakselerasi pengembangan destinasi halal Indonesia.

Konsep halal, lanjut dia, memang tidak sesederhana bagaimana memastikan makanan yang ada halal dan Islami. Melainkan juga mempromosikan kesopansatunan, kebersihan, keselamatan, terpenting menjaga tinggi mutu produk dan jasa wisata yang ditawarkan. Ini menjadi kesadaran bersama seluruh pemangku kepentingan.

Malaysia, kata dia, kini menjadi salah satu destinasi halal terkemuka di dunia. Untuk mencapai posisi saat ini, menerima kunjungan setidaknya 6,1 juta turis pencinta wisata halal. Malaysia telah memulainya sejak 2009 dengan ditandai mendirikan Pusat Pariwisata Islamic (Islamic Tourism Centre/ITC).

ITC ini melakukan berbagai hal, seperti penelitian pariwisata strategis, market intelegence, dan penyediaan jasa pelatihan dan pengembangan kapasitas pengelola pariwisata halal.

Begitu juga dengan negara berkembang seperti China, sudah  menerapkan program halal tourism. Ini sebuah jaminan untuk menarik  kunjungan ke negara tersebut. Jadi, intinya sertifikasi halal sejumlah objek dan  destinasi pariwisata di sebuah kota atau negara  membuka pasar wisata yang lebih luas.

Apalagi tren halal itu, bukan hanya untuk wisatawan dari negara-negara Islam saja. Wisatawan dari Eropa juga lebih senang dengan label halal ini. Sebab destinasi halal itu tidak sekedar memberikan keamanan, tapi kenyamanan hati. Makanan yang disajikan bersertifikasi halal dalam area wisata syariah itu juga jauh lebih higienis.

”Indonesia harus bergerak cepat, kemenangan World’s Best Halal Travel Summit  yang diraih  harus jadi pendorong pesatnya pariwisata halal Indonesia,” kata Firmanzah.

[bctt tweet=”Terpilihnya Indonesia sebagai tujuan wisata halal kelas dunia, harus dijadikan peluang “]

Karena menurut dia, dengan terpilihnya Indonesia sebagai tujuan wisata halal kelas dunia, maka harus bisa dimanfaatkan sebagai peluang oleh pemerintah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Karena, tegas dia, wisata halal itu  itu bukan perkara tersedianya menu dan hotel, tapi bagaimana soal manajemen dan pengelolaan wisata halal itu sendiri.