Kementerian Keuangan

Pemerintah Terbitkan Sukuk Global di Semester II

[sc name="adsensepostbottom"]
Kementerian Keuangan
Kementerian Keuangan

Pemerintah menyiapkan penerbitan sukuk global pada semester II 2014. Target penerbitan sukuk saat ini sudah mencapai 56,97 persen dari total target sebesar Rp 72,4 triliun di tahun ini. Jumlah sukuk yang sudah diterbitkan pemerintah sampai sekarang sebanyak Rp 41 triliun.

Direktur Jenderal Pengelolaan Utang, Robert Pakpahan, mengatakan untuk penerbitan sukuk global ini pemerintah akan melakukan roadshow sukuk global ke Asia, Eropa dan Amerika Serikat seperti tahun sebelumnya. “Sukuk global akan tetap jadi nanti di semester II,” tegas Robert disela-sela acara Buka Puasa Kementerian Keuangan, Rabu (16/7). Pemerintah pun telah menunjuk empat bank sebagai arranger sukuk global, yaitu HSBC, CIMB, Standard Chartered dan Emirates NBD. Namun untuk target penerbitannya sendiri belum ditetapkan.

Robert menjelaskan penerbitan sukuk global akan dilakukan menunggu momen harga bagus dan sesuai dengan kebutuhan pemerintah. Di Asia Tenggara Indonesia menjadi penerbit sukuk negara terbesar kedua, setelah Malaysia. Berdasar data Kementerian Keuangan per 4 Juli 2014, Malaysia mendominasi pasar dengan 93 persen, diikuti Indonesia enam persen, dan Brunei Darussalam satu persen.

Di level dunia, Indonesia menjadi negara penerbit sovereign sukuk internasional dalam denominasi dolar AS terbesar ketiga di dunia, setelah Uni Emirat Arab dan Qatar. Uni Emirat Arab mencatat total penerbitan 7,4 juta dolar AS dengan outstanding 4,9 juta dolar. Qatar membukukan penerbitan total sukuk global sebesar 4,7 juta dolar dengan outstanding 4 juta dolar. Sedangkan, Indonesia memiliki total penerbitan 4,1 juta dolar dengan outstanding 3,5 juta dolar.

Sebelumnya Inggris sukses menjual sukuk global senilai 200 juta poundsterling dengan kelebihan permintaan sampai 2,3 miliar poundsterling, atau 10 kali lipat dari jumlah penerbitan. Sukuk Inggris bertenor lima tahun ini memiliki yield sebesar 2.036 persen dan telah menarik minat bank-bank, bank sentral dan pemerintahan di Asia, Timur Tengah dan Inggris.

Sementara, Senegal juga telah membuka penawaran sukuk global sebesar 100 miliar CFA franc (208 juta dolar AS). Penawaran tersebut akan ditutup pada 18 Juli 2014.
Selain Inggris dan Senegal, negara lainnya yang dikabarkan tengah merencanakan untuk menerbitkan sukuk adalah Afrika Selatan dan Hong Kong. Sementara Luxembourg juga telah bersiap menerbitkan sukuk senilai 200 juta euro tahun ini.