Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengembangkan wisata syariah dengan memberikan sertifikasi halal gratis kepada 500 UKM.

Sejalan dengan perkembangan wisata syariah, produk halal ternyata tidak hanya dikonsumsi untuk turis muslim saja, namun juga oleh turis non-Muslim. Hal ini menyusulnya semakin sadarnya akan manfaat konsep halal yang diterapkan Islam, baik dalam hal makanan, wisata, jasa keuangan dan lainnya.
Dosen Universitas Negeri Surabaya, Moch. Khoirul Anwar, mengungkapkan, seperti yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jawa Timur merupakan destinasi wisata syariah. Terkait wisata syariah di Jawa Timur, maka produk halal menjadi hal yang prinsip bagi masyarakat Muslim. “Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat mendukung program wisata syariah. Sasaran utama untuk mengembangkannya adalah rumah makan dan hotel,” kata Khoirul kepada MySharing, saat ditemui di acara INDHEX 2014 di Kemayoran Jakarta, pekan lalu.
Menurut Khoirul, standar halal wisata syariah di Jawa Timur belum dibakukan, namun kegiatan sosialisasi sertifikasi halal sudah dilakukan bekerjasama dengan media. Ia menegaskan, pameran produk halal international yang digelar LLPOM MUI Pusat ini merupakan bagian dari syiar sehingga ke depan masyarakat Indonesia dan dunia international mempunyai kepedulian terhadap makanan yang dikonsumsinya harus halal dan thoyib.
- CIMB Niaga Gaungkan The Cooler Earth 2025, Ajak Masyarakat Partisipasi Gerakan Keberlanjutan
- BSI Siapkan Promo Beli Emas Sekaligus Berdonasi
- CIMB Niaga Syariah Akan Menjadi Salah Satu Pilar Penting dalam Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional
- CIMB Niaga Gelar Workshop dan Kelas Jurnalisme Inspiratif, Dorong Peningkatan Kompetensi Jurnalis
Bicara tentang produk halal, kata Khoirul, ke depan masyarakat sadar dalam mengkonsumsi produk halal dan mau tidak mau perusahaan juga harus mendapat sertifikasi halal untuk produk yang dipasarkannya. Sehingga masyarakat merasa nyaman saat mengonsumsi produk tersebut. “Mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, sehingga wisata syariah mempunyai peluang ekonomi sangat bagus,” ujarnya.
Lebih lanjut Khoirul menegaskan, pendidikan masyarakat Jawa Timur semakin meningkat mengenai kesadaran mengkonsumi produk halal, sementara perusahaan belum diwajibkan untuk sertifikasi halal produknya. Namun sudah banyak perusahaan yang ingin bersertifikasi halal. Ia juga mengungkapkan, bahwa di Jawa Timur, ada sekitar 2500 dalam perusahan dan Usaha Kecil Menengah (UKM) sudah bersertifikasi halal. “Pada 2014, kami sudah melakukan subsidi silang kepada 500 UKM dengan pemberian sertifikasi halal gratis,” paparnya.

