Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Co-Branding Fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) dengan PermataBank hari ini, Jumat (28/2). Penandatanganan tersebut secara resmi mengawali jalinan kerja sama antara KSEI dan PermataBank untuk proyek pengembangan Fasilitas AKSes yang terintegrasi dengan fasilitas ATM Bank. Dengan pengembangan ini, nantinya melalui mesin ATM, investor dapat melakukan pengecekan saldo Efek yang tercatat dalam Sub Rekening Efek di KSEI dan saldo dana dalam Rekening Dana Nasabah (RDN).

Direktur Utama KSEI, Heri Sunaryadi menyampaikan bahwa kerja sama co-Branding AKSes melalui ATM ini telah dijajaki sejak akhir tahun 2013 dengan 6 (enam) Bank Administrator RDN, namun target persiapan pengembangan dan implementasi disesuaikan dengan jadwal dan rencana masing-masing bank. “Untuk kerja sama dengan PermataBank, diharapkan dapat diimplementasikan pada akhir Juni 2014,” tutur Heri dalam siaran pers yang diterima Sharing, Jumat (28/2).
Sementara itu Herwidayatmo – Plt. Direktur Utama PermataBank mengatakan pihaknya telah berkomitmen untuk senantiasa mendukung pasar modal Indonesia, baik dalam kebijakan dan program dari regulator, maupun kebutuhan pelaku pasar modal. Di industri perbankan, kenyamanan dan keamanan nasabah dalam bertransaksi merupakan hal utama yang senantiasa dikedepankan. Oleh karena itu, kenyamanan dan keamanan yang sama seharusnya juga bisa dilakukan oleh para investor dalam memonitor dan mengelola investasinya di pasar modal.
“Berangkat dari kebutuhan tersebut, PermataBank bersama KSEI mengembangkan fasilitas inquiry saldo Efek dan dana. Melalui jejaring dan kanal elektronik yang kami miliki, kami berharap para Investor dapat memiliki fleksibilitas dalam bertransaksi,” papar Herwidayatmo.
PermataBank bersama KSEI dan beberapa Perusahaan Efek juga akan mengembangkan fitur tambahan, yaitu penyampaian instruksi penarikan dana melalui ATM. Fasilitas ini memungkinkan investor untuk menyampaikan instruksi penarikan dana kepada Perusahaan Efek, sebagai alternatif penyampaian instruksi melalui fax atau aplikasi online trading.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida pun menyambut positif inisiatif untuk memperluas penggunaan Fasilitas AKSes melalui jaringan ATM bank ini. Ia mengakui pemahaman masyarakat terkait perbankan saat ini jauh lebih luas dari pada pasar modal. Sudah menjadi hal yang sangat umum bagi masyarakat Indonesia menjadi nasabah bank, didukung juga dengan jaringan bank yang sudah sangat luas hingga ke pelosok. “Dengan naungan satu atap di bawah OJK, tentunya kita di pasar modal bisa mulai bersinergi dengan perbankan. Akses informasi melalui ATM merupakan awal yang sangat baik,” kata Nurhaida.
Ia menuturkan sebagai bagian dari keseharian masyarakat, tentunya ATM sudah tidak asing dan juga sudah sangat familiar digunakan, sehingga diharapkan dapat mempermudah investor bila dapat digunakan juga untuk aktivitas terkait investasi di pasar modal. “Dengan sentralisasi data investor dan SID di KSEI, termasuk nantinya investor Reksa Dana, juga adanya rencana KSEI untuk melakukan konsolidasi database investor pasar modal dengan database kependudukan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), kita harapkan kedepannya akan lebih luas terbuka kemungkinan untuk pengembangan pasar modal bekerjasama dengan perbankan”, imbuh Nurhaida.

