Pantai Senggigi dikenal sebagai kawasan wisata favorit yang pengunjungnya sebagai besar wisatawan Muslim.Sangatlah penting menjadikan Pantai Senggigi kawasan wisata syariah.

Keindahan Pantai Senggigi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, menarik wisatawan domestik maupun international. Selain pantainya yang indah dengan gradasi warna pasir dari hitam ke putih, berombak tidak besar, jernih dan bersih. Di Pantai Senggigi juga terdapat makam Batu Layar, tempat peristirahatan seorang tokoh Islam di masa lampau. Karena itu, selain menjadi objek wisata, Pantai Senggigi juga menjadi wisata religi.
Mengingat pengunjung ke pantai ini sebagian besar wisatawan muslim. Maka, sangatlah penting menjadikan kawasan Pantai Senggigi menjadi wisata syariah. Untuk mewujudkan Senggigi sebagai kawasan wisata syariah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjalin kerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat. Kerjasama ini bertujuan untuk menggiatkan sertifikasi halal bagi restoran dan hotel di kawasan pantai tersebut.
Ketua MUI NTB, Prof H. Syaiful Muslim menyatakan, saat ini baru ada 10 restoran bersertifikat halal dari 45 hotel dan restoran di pantai Senggigi. MUI sedangkan menggalakan sosialisasi agar para pelaku usaha, khususnya di Lombok Barat segera mengajukan sertifikasi halal.” Tujuannya agar Pantai Senggigi bisa menjadi kawasan wisata dunia yang ramah terhadap wisatawan muslim, “ tegas Syaiful.
Saiful menambahkan, mengingat sertifikasi halal untuk restoran dan hotel di Lombok Barat masih dirintis, diharapkan pihak-pihak terkait pariwisata Pantai Senggigi seperti pemerintah kabupaten, asosiasi pariwisata serta pengelola hotel dan restoran dapat berpartisipasi. “ Sejauh ini sudah ada komitmen dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mengenai program ini,” tandasnya.
Sementara Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Taufan Rahmadi, mengatakan saat ini pihaknya sedang tahap mempersiapkan garapan destinasi wisata syariah, seperti infrastruktur dan regulasi masih dirumuskan. Ini ntuk mewujudkan visi Gubernur NTB M. Zainul Majdi yang menargetkan NTB menjadi destinasi nomor satu pariwisata syariah di Indonesia.
Menurutnya, 95 persen masyarakat NTB adalah Muslim, otomatis standar halal sudah dilakukan oleh mereka. Wisata syariah atau halal tourism sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat NTB. “ Tapi kami terus melakukan sosialisasi halal kepada para pelaku usaha, termasuk di kawasan Pantai Senggigi,” kata Taufan kepada MySharing, Selasa (30/9).
Daya Tarik Pantai Senggigi
Seperti diketahui, Lombok Lombok memiliki wisata alam indah yang terkenal di dunia dan ramai dengan dunia malamnya. Tapi Lombok juga mempunyai kultur Islami yang cukup kental dan ditetapkan sebagai Destinasi Wisata Syariah oleh Kemenparakraf pada 2013 lalu.
Pantai Senggigi, salah satu wisata alam yang ramah terhadap wisatawan Muslim. Keindahan panorama pantai ini berombak tidak besar, serta air lautnya pun jernih dan bersih. Anda dapat melihat langsung kawanan ikan yang berenang dengan bebasnya di laut Senggigi. Kehidupan terumbu karang di pantai ini masih terpelihara sampai sekarang. Hal ini menjadikan salah satu wisata di Lombok ini tujuan snorkeling yang diminati banyak kalangan.
Pantai Senggigi memiliki garis pantai yang panjang dan sangat indah. Sejauh Anda memandang, garis pantainya, terlihat gradasi warna pasir dari hitam ke putih. Dengan garis pantai yang panjang itu pula, pilihan aktivitas jogging menjadi salah satu kegiatan yang digemari di pantai Senggigi. Di kala sore, Anda bisa bersantai di tepi pantai sambil menikmati tenggelamnya matahari di Senggigi.
Anda juga tidak perlu khawatir soal makanan dan minuman di tempat wisata ini. Pantai Senggigi adalah salah satu tempat wisata yang difasilitasi secara lengkap, baik hotel dan restoran. Meskipun belum semua restoran memiliki sertifikasi halal, Anda bisa dengan mudah mengenali mana resto yang sudah halal dan mana yang belum.
Akses Ke Pantai Senggigi
Perjalanan ke Pantai Senggigi dapat ditempuh dari kota Mataram. Jika Anda sudah mendarat di bandara udara Selaparang Mataram, maka perjalanan ke Pantai Senggigi dilanjutkan dengan naik kendaraan umum dengan memakan waktu kurang lebih 30-50 menit. Ongkos kendaraan umunya pun sangat murah hanya tiga ribu rupiah.
Setelah tiba di Senggigi, Anda tinggal berjalan kaki selama kira-kira 3 menit untuk dapat tiba di pantai tersebut. Sambil berjalan kaki, Anda akan menjumpai banyak warung dan toko makanan penjual aneka souvenir dan lainnya. Nah, dikawasan inilah konsep halal mulai diperkenalkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan MUI yang gencar mensosialisasikan akan pentingnya halal bagi pengunjung Pantai Senggigi.

