Produk Pasar Modal akan Jadi Incaran di 2017

[sc name="adsensepostbottom"]

Dana repatriasi akan mendorong permintaan produk pasar modal.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida mengemukakan rasa optimismenya akan perkembangan pasar modal Indonesia pada 2017. Dana repatriasi dari program amnesti pajak pun diperkirakan akan semakin mendorong pasar modal tanah air.

“Saya merasa optimis dengan adanya amnesti pajak ada tambahan dana masuk. Pertama memang dananya masuk perbankan sebagai gateway tapi kemudian hitungan saya dana ini, baik bank maupun pemilik dana, memerlukan instrumen investasi yang sesuai kebutuhan investasi terutama terkait return dan instrumen yang berbeda,” paparnya, akhir pekan lalu.

Ia menambahkan, pemilihan instrumen investasi akan tergantung pada kebutuhan investasi pemilik dana. Jika menginginkan return tinggi, tentu mereka akan mencari produk yang menawarkan return tinggi, tetapi dengan risiko yang tinggi pula. Oleh karena itu, Nurhaida memperkirakan produk pasar modal akan kian diminati tahun ini.

“Pada 2017 akan mengalir dana repatriasi mencari produk pasar modal. Pada 2016 sudah banyak produk pasar modal yang dikembangkan dan diberi kemudahan, sehingga di 2017 akan kita lihat dinamikanya seperti apa, terkait dana repatriasi atau upaya yang dilakukan OJK di bidang pasar modal, maka di 2017 akan banyak tahap implementasi dari (yang sudah dilakukan di) 2016,” katanya.

Ia mengungkapkan, pada tahun lalu rata-rata pertumbuhan jumlah investor mencapai 35 persen. Di tahun ini OJK pun akan berupaya terus meningkatkan jumlah investor dengan mengadakan program pengenalan produk dan mendorong tersedianya produk baru yang bisa memenuhi kebutuhan jenis investor yang berbeda-beda.

“Jumlah investor tahun 2016 sudah bagus, 40 persen di investor saham, investor reksa dana naik 30 persen, jadi peningkatannya rata-rata 35 persen. Ini akan selalu kami tingkatkan. Pada 2016 sudah banyak sistem dan infrastruktur yang dibangun misalnya elektronik trading platform, ini di 2017 ada implementasinya. Lalu ada GMRA (global master repurchase agreement) di 2016. Nanti di 2017 akan didorong lagi supaya repo bisa berkembang. Jadi banyak program yang merupakan kelanjutan dari program di 2016 dan implementasinya di tahun ini,” pungkas Nurhaida.