Kepala BPOM Roy Sparringa, saat memberikan sambutan pada Milad LPPOM MUI ke-26 di kantor MUI Pusat Jakarta, Selasa (13/1). Foto: MySharing.

Roy: BPOM dan LPPOM MUI, Ibarat Dua Mata Uang

[sc name="adsensepostbottom"]

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI)  mendukung penuh upaya menjadikan Indonesia pusat halal dunia.

Kepala BPOM Roy Sparringa, saat memberikan sambutan pada Milad LPPOM MUI ke-26 di kantor MUI Pusat Jakarta, Selasa (13/1). Foto: MySharing.
Kepala BPOM Roy Sparringa, saat memberikan sambutan pada Milad LPPOM MUI ke-26 di kantor MUI Pusat Jakarta, Selasa (13/1). Foto: MySharing.

Kepala BPOM Roy Sparringa menyatakan, pihaknya telah bekerjasama dengan LPPOM MUI sejak tahun 1994. Bahkan pada 2012 telah ditandatangan nota kesepahaman tentang mencantuman label halal pada produk olahan. “BPOM dan LPPOM ibarat mata uang yakni toyhib dan halal tidak bisa dipisahkan,” kata Roy dalam sambutannya pada Milad LPPOM MUI ke-26 di kantor MUI Pusat Jakarta, Selasa sore 13/1).

Pada kesempatan ini, Roy juga menyambut baik dengan diluncurkannya QR Code dan dua buku HAS serta Kumpulan Fatwa MUI. Produk ini tentunya untuk memberikan kemudahan masyarakat dalam mengakses informasi halal. “Saya senang sekali, QR Code restoran halal dilauching. Tapi ingat bukan halal saja, juga harus toyhib,” ujar Roy.

Menurutnya, keberadaan restoran halal sangat penting, akan tetapi perlu diingat selain halal juga harus toyhib. Karena hal ini untuk melindungi masyarakat Indonesia. “Kami mengawasi label-label halal ini, karena izin pencantuman halal saat ini oleh BPOM, sejauh ada sertifikat halal dari Komisi Fatwa MUI,” tegasnya.

Lebih jauh ia menuturkan, dalam rangka menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), BPOM telah memfasilitasi Usaha Mikri Kecil dan Menengah (UMKM) agar dapat meningkatkan daya saing dengan negara lain. BPOM telah meminta bantuan kepada LPPOM MUI pusat daerah untuk memberikan bimbingan teknis bagi para UMKM. Seperti bagaimana jaminan halal, tata cara proses halal dan fasilitas sertifikasi halal. Tahun 2013, BPOM telah membantu 350 UMKM, dan tahun 2014 sebanyak 340 UMKM. Ini tercapai berkat kerjasama dengan LPPOM MUI.

Roy berharap kerjasama ini akan melahirkan balai-balai BPOM di seluruh Indonesia. Pihaknya akan juga terus berusaha untuk membudayakan halal sebagai gaya hidup. “Kami mendukung penuh upaya menjadikan Indonesia pusat halal dunia,” pungkasnya.