zakat
Dok: rumahzakat.org

Rumah Zakat akan Buka Cabang di Australia

[sc name="adsensepostbottom"]

Zakat telah menjadi suatu kewajiban bagi umat muslim. Demi memperluas jangkauannya kepada umat muslim Indonesia yang berada di luar negeri, Rumah Zakat pun akan membuka cabang di Australia.

zakat
Dok: rumahzakat.org

Chief Executive Officer Rumah Zakat, Nur Effendy, mengatakan sebelumnya pihaknya telah memiliki sejumlah jejaring di luar negeri, seperti di Amerika, Jerman dan Turki. Kini Rumah Zakat akan mulai mengembangkan ke Australia. “Rencananya cabang di Australia ini akan kami buka pada Januari 2015,” kata Nur.

Penghimpunan dana melalui jejaring di luar negeri dilakukan dengan menunjuk person in charge dan bekerjasama dengan lembaga non pemerintah setempat. Menurut Nur, kehadiran jejaring di luar negeri dapat menunjukkan eksistensi sebagai lembaga nirlaba internasional, walau kontribusinya hanya sekitar satu persen dari penghimpunan dana zakat, infak dan sedekah. Baca: “Prospek Zakat dan Wakaf di 2015 Cerah, Namun Ada Syaratnya”

Sementara, lanjutnya, untuk memaksimalkan penghimpunan dana di dalam negeri, Rumah Zakat berencana untuk menjalin kemitraan dengan yayasan-yayasan, meningkatkan kerjasama dengan mitra bank, hipermarket dan perusahaan lainnya. Nur memutuskan pihaknya belum berencana membuka cabang lagi di tahun depan karena biayanya yang mahal. “Kalau tidak ada program, kita tidak buka cabang, misalnya saat membuka cabang di Jayapura kan mahal, tapi kami bekerjasama dengan Indosat karena ada program disana,” ungkap Nur.

Di sisi lain, kerjasama dengan bank akan diupayakan untuk bisa host to host dengan Rumah Zakat. Nur memaparkan saat ini hampir seluruh bank mitra Rumah Zakat terjalin dengan sistem point to host, dimana muzakki bisa bertransaksi membayar zakat melalui transfer bank, ATM, internet banking atau SMS banking. Kecuali, dengan Bank Mandiri yang sudah host to host, dimana dengan sistem tersebut muzakki akan langsung memperoleh notifikasi via SMS dan tertera namanya saat mentransfer pembayaran zakat. “Kami berencana nantinya semua mitra bank bisa host to host dengan Rumah Zakat,” imbuh Nur.

Selain itu, untuk strategi lainnya Rumah Zakat juga akan terus meningkatkan kerjasama dengan PT Pos Indonesia, dimana muzakki dapat membayar zakat di seluruh kantor pos di Indonesia. Sementara, jalinan kerjasama dengan hipermarket dan toko buku akan tetap dilakukan. “Jadi misalnya kalau ada kembalian belanja nanti konsumen bisa memilih apakah mau disumbangkan lewat Rumah Zakat,” ujar Nur, yang enggan mengungkapkan target penghimpunan dana zakat di tahun depan. Baca: Siapa yang Berhak Mengatur Zakat?