Perusahaan pengelola Rumah Sakit (RS) Hermina, PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini.
Medikaloka Hermina resmi tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai perusahaan ke 14 yang melantai di pasar modal pada tahun 2018 dengan kode saham HEAL.
Perseroan melepas sebanyak 351.380.800 saham atau sekitar 11,82% dari modal ditempatkan dan disetor setelah Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO). Adapun harga saham pada pencatatan perdana ditetapkan pada harga Rp3.700 per saham.
Dengan demikian, perseroan mengincar nilai IPO sebesar Rp1,3 triliun. Nilai ini pun berada di batas minimum dari yang ditetapkan sebelumnya, yakni Rp1,3 triliun-Rp1,75 triliun.
- Masjid Al-Ikhlas PIK Dibuka, Usung Islamic Classical Architecture Padukan Keindahan, Kesederhanaan dan Kekhusyukan
- CIMB Niaga Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Pelajar di 2026
- “D-8 Halal Expo Indonesia 2026”, Tegaskan Komitmen Indonesia dalam Mendorong Ekonomi Halal
- BSI Catat Penjualan Emas Tembus 2 Ton, Nasabah Nikmati Kenaikan Harga
Namun pada pencatatan perdana, saham HEALsempat anjlok pada pukul 09.22 WIB hingga 22.16% atau 820 poin ke level Rp 2.880 dari harga pembukaan Rp3.700. Saham HEAL berhasil ditransaksikan sebanyak 1541 kali dengan nilai transaksi Rp 20.9 Milyar
Direktur Utama Medikaloka Hermina dr. Hasmoro memaparkan, selama masa penawaran yang dilakukan pada tanggal 8-11 Mei 2018, penawaran saham perseroan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 29 kali dari investor ritel.
“Dengan kode saham HEAL yang dalam Bahasa Inggris memiliki arti menyembuhkan. Jadi ini cocok dengan usaha rumah sakit yang membantu menyembuhkan pasien. Dengan visi tumbuh sehat dan berumur panjang, perusahaan berkomitmen akan selalu memberikan nilai tambah kepada pemegang saham,” ucap dr.Hasmoro di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (16/5/2018).
Lanjut dr. Hasmoro berujar “Langkah IPO ini merupakan tonggak strategi jangka panjang yang penting bagi Perseroan untuk memperluas jangkauan pelayanan, menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan meningkatkan layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat terutama dalam memberikan akses layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.”
Dari IPO ini, perusahaan menargetkan dapat meraih dana Rp1,3 triliun. Adapun dana tersebut akan digunakan untuk penambahan rumah sakit baru sebesar 25% di Palembang, Samarinda dan Padang.
Perusahaan juga akan mempergunakan sebanyak 25% untuk pembelian alat medis, 38% untuk pelunasan seluruh utang perseroan dengan PT DBS Indonesia dan medium term notes I Medikaloka Hermina tahun 2017 serta sebanyak 12% untuk pembiayaan kebutuhan operasional lainnya.
Untuk penjamin pelaksana emisi efek dalam aksi korporasi Hermina ini, antara lain PR Citigroup Sekuritas Indonesia, PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia dan PT Mandiri Sekuritas.
Sementara yang berperan menjadi penjamin emisi efek, antara lain Artha Sekuritas Indonesia, Indosurya Bersinar Sekuritas, Megenta Kapital Sekuritas Indonesia, NH Korindo Sekuritas Indonesia, Orix Sekuritas, Panin Sekuritas, Philip Sekuritas Indonesia, Shinhan Sekuritas Indonesia dan Wanteg Sekuritas.
Dari sisi kinerja keuangan, perusahaan membukukan pertumbuhan kinerja yang baik dengan total pendapatan sebesar Rp2,7 triliun dan EBITDA sebesar Rp574,9 miliar pada tahun fiskal 2017. Dalam tiga tahun terakhir. Perseroan telah mencapai pertumbuhan rata-rata tahunan majemuk aiau Isuiahnya Compounded Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 25,2% untuk pendapatan dan 30,8% untuk EBITDA.

