Senator Jacqui Lambie, mengancam adanya tindakan keras pada sertifikasi halal. Politisi Australia ini menghubungkan dana sertifikasi halal dengan pembiayaan kelompok militan di Suriah dan Irak.

Dalam pidatonya yang dilansir dari The Ner Daily, Senin (16/2), Jacqui Lambie, mengungkapkan akan merancang undang-undang untuk mencegah uang halal membiayai Islamic State (ISIS). Ia menyatakan, dirinya telah menerima ratusan email dari warganya yang khawatir akan aliran dana sertifikasi halal tersebut.
Menurutnya, tidak ada laporan resmi atau sistem audit bagaimana penyaluran biaya sertifikasi halal yang bisa mencapai 27000 AUD atau sekitar Rp 266 juta. Pemberian sertifikasi secara hukum tidak diharuskan mengungkapkan biaya. ”Mengingat bahwa musuh-musuh kita di ISIS menerima arus kas stabil untuk mengontrol kehalifahan mereka di Suriah dan Irak. Mengapa tidak ada persyaratan hukum di Australian untuk mengungkapkan biaya sertifikasi halal,” tegas Jacqui, saat berpidato didepan Majelis Tinggi Parlemen Australia.
Ia menegaskan, Australia saat ini dalam status waspada terorisme. Oleh karena itu, wajar baginya untuk menyelidiki kemungkinan penyalahgunaan uang yang digunakan untuk membayar sertifikasi halal. “Celah ini bisa saja digunakan oleh para teroris membiayai operasi mereka melalui sertifikasi halal,” ujarnya.
- KB Bank Syariah Gelar Aksi CSR Serentak, Perkuat Kontribusi Sosial se-Indonesia
- Sambut Idulfitri 1447 H, Bank Muamalat Optimalkan Layanan Kantor Cabang dan Digital
- Royco dan Masjid Istiqlal Berbagi Kelezatan untuk Hangatkan Momen Kebersamaan di Ramadhan
- BSI Fasilitasi UMKM Go Digital dan Go Global Melalui Ajang Expo
Australia mempermasalahkan sertifikasi halal ini bukan yang bukan pertama kalinya. Pada November 2014 lalu, kampanye luas untuk memboikot sertifikasi halal di Australia pun telah berlangsung. Bahkan sebelumnya anggota parlemen Australia, George Christensen menulis mengenai masalah sertifikasi halal yang bisa digunakan untuk membiayai terorisme.
Tekanan publik ini mendorong salah satu produsen makanan di Australia membuang sertifikasi halal. Adapun selama ini penilaian sertifikasi halal dilakukan oleh organisasi Islam terakreditasi di seluruh Australia.
Fazal Muhammed dari Queensland Halal Certification Service menyatakan, biaya sertifikasi halal sebenarnya untuk kesehatan dan edukasi masyarakat Australia. “Secara lokal ini menguntungkan Australia, menguntungkan rakyatnya yang bekerja dan mencoba mengangkat kesejahteraan keluarga mereka di sini. Dan serang ini menyakiti mereka,” tegas Fazal.

