Tak hanya menggalang dana untuk pembangunan kembali Tolikara, Dompet Dhuafa juga meluncurkan buku mengenai Tolikara.

Saat ini pembangunan masjid masih berjalan. Masjid tersebut dibangun di atas tanah seluas 10×12 meter di depan Asrama Koramil, atau 50 meter dari lokasi awal. Dompet Dhuafa sendiri telah menurunkan tim kemanusiaan ke Tolikara sejak 21 Juli lalu. Tim melakukan pantauan langsung sekaligus mendata berbagai kebutuhan yang diperlukan untuk respon bantuan selanjutnya. Baca: Qardhul Hasan, Struktur Mengagumkan Islam dalam Memandang Keadilan Sosial
Ahmad menuturkan peristiwa di Tolikara adalah bencana sosial, sehingga pihaknya pun menanganinya dengan respon bencana sosial yang fokus pada infrastruktur masjid dan kios yang terbakar. Ia memaparkan dari hasil data bencana sosial Tolikara terungkap bahwa ada 226 jiwa korban kebakaran, 12 korban penembakan, 1 unit rumah ibadah (masjid) dibakar, 57 kios dan 3 rumah tinggal terbakar. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 47 miliar.
Selain pembangunan kembali masjid, Dompet Dhuafa yang bekerjasama dengan jejaring Forum Zakat dan lembaga lainnya juga melakukan kegiatan dakwah, pemberdayaan ekonomi, penguatan infrastruktur sumber daya manusia dan program kesehatan. “Untuk kegiatan ekonominya berupa pemberian dana bergulir untuk mengelola koperasi syariah di sana. Selain itu, kami juga memiliki program kesehatan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Tolikara,” jelas Ahmad.
Dalam kesempatan Halal bi Halal, ESQ 165 juga menyerahkan dana zakat sejumlah Rp 25 juta untuk sinergi pembangunan Tolikara kepada Koalisi Umat untuk Tolikara. Selain itu, Dompet Dhuafa juga meluncurkan buku mengenai Tolikara yang memuat informasi mengenai wilayah tersebut. Peluncuran buku tersebut turut didukung oleh para tokoh nasional yang hadir dengan menandatangani banner buku Tolikara. Baca: Inilah Pernyataan Sikap Komite Umat untuk Tolikara
Diantaranya Ketua MPR Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Sugiharto, Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional Zainulbahar Noor, Ketua Umum Asosiasi BMT Seluruh Indonesia Aries Muftie, Ustadz Yusuf Mansur, mantan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Azwar Anas, Novelis Habiburrahman El Shirazy, Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa Parni Hadi, mantan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Founder ESQ 165 Ary Ginanjar Agustian, serta sejumlah penggiat ekonomi syariah seperti Didin Hafidhuddin, Yuslam Fauzi, dan M Syafi’i Antonio.

