Negara Eropa terus membidik industri wisata syariah. Terbukti dengan digelarnya Konferensi International Pariwisata Syariah pertama di Andalusia Spanyol, September 2014 ini.
Industri wisata syariah tidak hanya dilirik negara Muslim. Negara Eropa pun semakin berminat pada industri halal ini, terutama pariwisata. Terbukti, dengan digelarnya Konferensi International Pariwisata Syariah pertama di Granada Conference and Exhibition Centre, Andalucia, Spanyol, pada Senin hingga Selasa 22-23 September 2014.

Konferensi yang dihadiri sejumlah pengusaha industri halal global ini, tampak jelas negara eropa tengah membidik industri halal guna mendongkrak perkembangan ekonomi. Panitia Konferensi Internasional Pariwisata Syariah, Tasmeen Mahmood mengatakan acara ini adalah terobosan untuk pariwisata halal yang berlangsung bereaksi terhadap tren pasar dan kebutuhan industri.
Tasneem menegaskan setiap negara dan pelaku bisnis melihat pariwisata halal telah berkembang begitu pesat. Umat Muslim banyak menghabiskan dana untuk rekreasi, menikmati makanan halal dan lainnya. “Ini memberikan kesempatan besar bagi setiap industri di sektor wisata,” ujar Tasneem, seperti dikutip dari OnIslam.net, Selasa (23/9).
Konferensi Pariwisata Halal ini bertujuan menyediakan investor halal bagi pelaku industri. Konferensi ini akan fokus pada pemahaman pariwisata halal, menawarkan statistik, ekonomi dan potensi pariwisata halal, turis Muslim dan kebutuhan konsumen. Pertemuan ini juga membahas mekanisme menarik pariwisata halal, strategi pengembangan dan masa depan untuk pariwisata halal di pasar global.
“Banyak negara dan operator wisata yang bisa mendapat manfaat dari wisata syariah, namun belum menangkap peluang. Konferensi ini akan memberikan peluang yang ada bagaimana menangkap pasar industri halal,” ujar Tasneem.
Konferensi dua hari itu akan ditutup dengan tur Andalucia, satu dari sekian kota yang dibangun penguasa Muslim di Spanyol. Spanyol mengeruk miliaran dolar per tahun dari wisatawan kota ini dan wisatawan Muslim dari berbagai negara.
Industri wisata syariah mengalami booming tahun 2012, dengan jumlah pemasukan satu triliun dollar. Dinarstandard, sebuah lembaga riset bisnis, memperkirakan sektor ini masih akan tumbuh menjadi 1,6 juta triliun dolar AS pada 2018.

