Pemerintah Indonesia berhasil menghimpun dana yang cukup signifikan dari lelang Surat Utang Negara pada 10 Juni 2014 di Jakarta. Berdasarkan hasil lelang Surat Utang Negara yang diselenggarakan melalui sistem lelang Bank Indonesia (BI) tersebut, Pemerintah berhasil menghimpun dana sebesar Rp. 12 Triliun. Dengan demikian, tujuan Pemerintah Indonesia yang mengadakan lelang Sukuk Utang Negara tersebut guna memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2014, boleh dikatakan cukup berhasil, karena dana yang terhimpun dari hasil lelang tersebut cukup besar.
Dalam lelang Surat Utang Negara SPN 12140911 (reopening), SPN12150611 (new issuance), FR0069 (reopening), FR0070 (reopening), dan FR0068 (reopening) tersebut, total penawaran yang masuk adalah sebesar Rp. 21.631.100 trilun.
Untuk rincian hasil lelangnya adalah sebagai berikut; jumlah nominal dimenangkan untuk Surat Utang Negara seri SPN12140911 adalah sebesar Rp 1 triliun, dengan Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 5,42500%, bid to cover ratio 5,36, dan akan jatuh tempo tertanggal 11 September 2014.
Sedangkan jumlah nominal dimenangkan Surat Utang Negara seri SPN12150611 adalah sebesar Rp 2 triliun dengan Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,44250%, lalu bid to cover ratio 1,56, dan tanggal jatuh tempo Surat Utang Negara seri ini adalah 11 Juni 2015.
Sementara itu, jumlah nominal dimenangkan Surat Utang Negara seri FR0069 adalah sebesar Rp 3,1 triliun dengan Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 7,68704%, bid to cover ratio 1,26, dan tanggal jatuh tempo Surat Utang Negara seri ini adalah 15 April 2019.
Kemudian untuk jumlah nominal dimenangkan Surat Utang Negara seri FR0070 adalah sebesar Rp 3,8 triliun dengan Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 8,02667%, bid to cover ratio 1,55, dan tanggal jatuh tempo Surat Utang Negara seri ini adalah 15 Maret 2024.
Terakhir, jumlah nominal dimenangkan Surat Utang Negara seri FR0068 adalah sebesar Rp 2,1 triliun dengan Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 8,66998%, bid to cover ratio 1,61, dan tanggal jatuh tempo Surat Utang Negara seri ini adalah 15 Maret 2034.
Lelang Surat Utang Negara diatas adalah bersifat terbuka (open auction) menggunakan metode harga beragam (multiple price). Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield yang diajuka.n
Sementara itu, pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif (non-competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.
