Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia yang sudah berdiri selama 17 tahun ini bak remaja berusia muda belia yang sedang aktif bertegur-sapa.
Saat ini Tazkia sedang menjalin hubungan kerjasama sekaligus memproses akreditasi beberapa program studinya dengan Salford University dan Coventry University di Inggris.
Murniati Mukhlisin, Wakil Ketua STEI Tazkia hari ini berada di Kuala Lumpur didampingi oleh Anita Priantina yang menjabat sebagai Ketua Program Kerjasama Internasional untuk urusan akreditasi di negeri jiran tersebut.
“Kami baru saja selesai menyampaikan dokumen awal untuk proses akreditasi (iktiraf) di Agensi Kelayakan Malaysia hari ini. Hal ini bertujuan untuk mempermudah Tazkia menerima mahasiswa asal Malaysia lebih banyak lagi untuk kuliah di Tazkia” ujar Murniati.
- Transaksi Nirsentuh dan Debit Online Kartu Shar-E Debit Bank Muamalat Terus Meningkat
- Bank Mega Syariah Perkuat Segmen Lifestyle via METRO Modest Fashion Week
- CIMB Niaga Umumkan Pemenang Beasiswa Jurnalis dan 4 Karya Terbaik Sustainability Journalism Fellowship 2026
- Bank Muamalat dan BMM Hadirkan CWLD Seri 001 untuk Program Gerobak Surya UMKM
Tazkia saat ini sudah mengantongi Akreditasi Nilai A dari Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi (BAN-PT) di Indonesia untuk Program Studi Akuntansi Islam, dan Nilai B untuk Program Studi Ekonomi Islam, Bisnis Manajemen Islam, Muamalat juga Diploma dan Pasca Sarjana. Murniati mengakui bahwa proses akreditasi ini sangat membantu Tazkia untuk meningkatkan mutu pendidikannya.
Saat ini sudah ada lima mahasiswa asal Malaysia yang sedang melanjutkan program S1 Bisnis dan Manajemen Islam di Tazkia. Juga ada dua mahasiswa asal Thailand dan satu asal Filipina, tambah Murniati sebagaimana email yang diterima MySharing, Jumat (16/6).

