Kontribusi unit syariah Manulife menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

Salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan ini adalah semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan produk asuransi syariah. Chief of Manulife Syariah Business Ardhi Lutfi Siregar, mengatakan sejak berdiri pada 2009 Manulife Syariah selalu tumbuh double digit dan berhasil mempertahankan sebagai asuransi syariah terbesar kedua di Indonesia.
Setiap tahun perkembangan bisnis pun selalu sesuai dengan rencana bisnis yang dicanangkan di awal tahun. “Bisnis syariah Manulife Indonesia bertumbuh setiap tahunnya, tahun lalu kami tumbuh kurang lebih 33 persen,” kata Ardhi saat ditemui mysharing, Kamis (15/10).
Ia menuturkan ada beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan tersebut. Pertama, awareness masyarakat terhadap produk asuransi syariah kian meningkat, seiring dengan naiknya populasi kelas menengah, khususnya muslim. Baca: Potensi Pasar Muslim Dunia Capai Miliaran Dolar
- Cinta Quran Foundation dan RS Islam Bogor Luncurkan Program Rumah Sakit Wakaf
- CIMB Niaga Laporkan Perolehan Keuangan Sembilan Bulan Pertama 2026
- BSI Luncurkan BEWIZE Gold, Cash Management Pertama dari Bank Bullion dengan Layanan Emas Institusi
- Perkuat Ekosistem Haji, Bank Muamalat Gandeng Harakah Majelis Taklim Edukasi Perencanaan Keuangan Syariah
“Diperkirakan sampai 2020 ada 141 juta kelas menengah, atau setiap tahun tumbuh 7 juta. Jadi kecenderungannya masyarakat Indonesia sudah mulai aware, sudah mulai tahu ekonomi Islam juga,” jelas Ardhi. Baca: Delapan Hal Ini Motori Pertumbuhan Pasar Muslim!
Kedua, dukungan dari stakeholder pemerintah yang mengatakan bahwa tahun ini adalah tahun keuangan syariah. Ketiga, prinsip Manulife yang percaya pada customer centricity. “Kami percaya pasar membutuhkan produk asuransi syariah berkualitas. Jadi itu beberapa faktor yang kelihatannya tidak terkait tapi sangat erat kaitannya,” cetus Ardhi.

