Wisata Halal Pilar Ekonomi Indonesia

[sc name="adsensepostbottom"]
 Agustus mendatang Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan World Islamic Economic Forum (WIFE) 2016.  Indonesia tak boleh ketinggal dalam mengembangan keuangan syariah, termasuk wisata halal.

wisata syariah_0“WIEF tidak hanya sebatas pada keuangan syariah. Dia lebih luas, termasuk sisi bisnis ekonomi Islam seperti wisata halal atau pariwisata ramah Muslim (Muslim Frendly Toursme). Nah, Indonesia kita tentu berharap menjadi negara wisata halal dunia,” kata Bambang dalam sambutannya pada halal bihalal IAEI di Jakarta, akhir pekan lalu.

Bicara wisata halal, Bambang berharap Indonesia bisa menjadi tujuan wisata turis Timur Tengah. Untuk itulah, pemerintah mempersiapkan daerah-daerah wisata, salah satunya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) akan digarap untuk menjadi tujuan wisata syariah.

”Kita harapkan nantinya akan bisa mendongkrak jumlah wisatawan asing ke Indonesia. Karena ekonomi Islam, terutama wisata halal dan keuangan syariah akan menjadi pilar penting dalam perekonomian Indonesia,” papar Bambang.

Bambang pun mengajak para pemangku kepentingan, seperti pelaku usaha, pengusaha muda, dan  pakar ekonomi Islam untuk turut serta dalam acara WIEF dan bersama-sama mencari solusi agar tujuan pemerintah Indonesia mengembangkan wisata halal dan keuangan syariah tercapai.

”Malaysia sudah berhasil memperkenalkan industri berbasis Islam, apakah itu keuangan syariah, wisata halal, maupun produk halal. Malaysia saja berhasil, Indonesia kenapa tidak? Inilah tantangan buat kita, karena itulah melalui WIEF 12 harus bersinergi saling berpartisipasi,” tegas Bambang.

Bambang menyampaikan, WIEF selalu diadakan setiap tahun, tidak hanya dilakukan di negara penduduk Muslim. WIEF pernah dilakukan di London, bahkan setelah di Jakarta pada Agustus 2016 mendatang, maka tahun depannya akan dilaksanakan di Korea Selatan (Korsel).

”Kita harus melihat bahwa negara lain pun tertarik masuk ke bisnis ekonomi berbasis Islam. Kita jangan sampai ketinggalan harus berperan aktif. Kita harus yakin akan menjadi konstribusi luar biasa apakah dalam menyediakan lapangan kerja ataumengurangi kemiskinan,” pungkasnya.