Dampak PSBB juga dirasakan oleh kalangan kuliner. Menurut pemilik kuliner dengan merek Wong Solo, Puspo Wardoyo, bisnis kuliner sangat terpukul. “Bahkan, sebelum diberlakukannya PSBB, selama sebulan terakhir, omzet turun, warung-warung sebagian sudah merugi,” katanya.
“Kami bisa bertahan sebulan lagi, dengan menggaji penuh karyawan plus THR,” jelasnya kepada MySharing, Ahad (12/4). “Jika sampai sebulan tidak ada perbaikan, ya terpaksa PHK. Kami tidak mampu lagi,” lanjutnya.
Lalu, opsi apa yang menurut Anda lebih pas dan terukur? “Lockdown selama 14 hari. Jika perlu sampai 1 bulan. Ini akan lebih efektif,” jelas Puspo.
Menurutnya, PSBB tidak akan efektif jika masyarakat masih saja keluar rumah. “PSBB tidak terukur, kita tidak tahu sampai kapan diberlakukannya PSBB. Sedangkan jika Lockdown, itu terukur,” katanya.
- CIMB Niaga Business Summit 2026 Usung Vision Made Possible Dukung Perusahaan Indonesia Tumbuh Berkelanjutan
- Prudential Syariah Luncurkan Asuransi Jiwa PRUCare 360 Syariah
- Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak Signifikan, Tembus Rp1,9 Triliun
- BSI Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif, Dorong Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat
Saksikan selengkapnya di video di bawah ini:

