Dampak PSBB juga dirasakan oleh kalangan kuliner. Menurut pemilik kuliner dengan merek Wong Solo, Puspo Wardoyo, bisnis kuliner sangat terpukul. “Bahkan, sebelum diberlakukannya PSBB, selama sebulan terakhir, omzet turun, warung-warung sebagian sudah merugi,” katanya.
“Kami bisa bertahan sebulan lagi, dengan menggaji penuh karyawan plus THR,” jelasnya kepada MySharing, Ahad (12/4). “Jika sampai sebulan tidak ada perbaikan, ya terpaksa PHK. Kami tidak mampu lagi,” lanjutnya.
Lalu, opsi apa yang menurut Anda lebih pas dan terukur? “Lockdown selama 14 hari. Jika perlu sampai 1 bulan. Ini akan lebih efektif,” jelas Puspo.
Menurutnya, PSBB tidak akan efektif jika masyarakat masih saja keluar rumah. “PSBB tidak terukur, kita tidak tahu sampai kapan diberlakukannya PSBB. Sedangkan jika Lockdown, itu terukur,” katanya.
- BCA Syariah dan Istiqlal Halal Center Serahkan Sertifikat Halal untuk 49 UMKM
- CIMB Niaga Raih Tiga Penghargaan Bergengsi di Asian Banking & Finance Awards 2026
- Bank Mega Syariah Rayakan Harpelnas 2026 Berikan Layanan Medical Check-Up Gratis untuk Nasabah
- Bank Muamalat Indonesia Menutup Rangkaian Kegiatan HUT RI ke-81 dengan Meriah
Saksikan selengkapnya di video di bawah ini:

