Salah satu jaringan ritel modern terbesar di Amerika, Walmart, akhirnya mengakomodasi daging halal di salah satu gerainya yang berada di Oxford, Ohio. Langkah ini menyusul petisi yang disusun oleh sejumlah mahasiswa muslim yang sedang menimba ilmu di Universitas Miami.

Menurut Visiting Assistant Professor Universitas Miami, Tareq Hasan Khan, belum ada toko di Oxford yang menjual daging halal. “Untuk membeli daging yang halal, kami harus berkendara sekitar 40 mil dari Oxford ke Cincinnati hampir setiap minggu. Perjalanan panjang itu sangat melelahkan dan memerlukan sekitar dua jam untuk pergi ke sana dan kembali ke Oxford,” kata Khan. Baca: Mau Tes Produk Halal? Pakai Halal Test!
Upaya umat muslim yang bermukim di Oxford untuk ketersediaan daging halal patut diacungi jempol. Asosiasi Mahasiswa Muslim berusaha meyakinkan manajemen Walmart untuk menyediakan daging halal. Selain itu, petisi juga dibuat di internet. Hasilnya hampir 50 orang menandatangani petisi dan langsung diberikan kepada seluruh toko grosir di Oxford, termasuk MOON co-op dan Kroger. Namun sejauh ini hanya Walmart yang merespon permintaan umat muslim di sana.
- CIMB Niaga Gaungkan The Cooler Earth 2025, Ajak Masyarakat Partisipasi Gerakan Keberlanjutan
- BSI Siapkan Promo Beli Emas Sekaligus Berdonasi
- CIMB Niaga Syariah Akan Menjadi Salah Satu Pilar Penting dalam Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional
- CIMB Niaga Gelar Workshop dan Kelas Jurnalisme Inspiratif, Dorong Peningkatan Kompetensi Jurnalis
Khan mengungkapkan jumlah mahasiswa dan staf muslim yang datang ke Universitas Miami semakin bertambah setiap tahun. Banyak diantaranya yang datang ke sana dengan membawa serta keluarga, dan kesulitan saat mencari pilihan makanan halal.
Khan menambahkan para mahasiswa muslim pun mengusulkan sejumlah merek daging halal tertentu kepada gerai di Oxford. “Karena daging ayam dan sapi harus disertifikasi halal, kami sangat merekomendasikan toko lokal untuk menjual produk ayam dari Crescent Foods dan produk daging sapi dari Midamar,” ungkap Khan. Baca Juga: Produsen di Kawasan Balkan Lirik Industri Halal
Sebagai seorang muslim yang hidup di negara minoritas Muslim tentu harus menghadapi berbagai tantangan. Mahasiswa baru Universitas Miami, Rami Abu-Attiyeh, menuturkan sudah cukup sulit hidup di Amerika sebagai muslim. “Karena itu saya ingin melihat ada lebih banyak pilihan makanan halal di Universitas Miami agar lebih nyaman,” ujar Attiyeh.

