jepang
Foto: jepang.net

JICA Minati Keuangan Syariah

[sc name="adsensepostbottom"]

Dunia ekonomi syariah semakin menarik minat Jepang.  Setelah Bank of Tokyo-Mitsubishi (Malaysia) (BTMU Malaysia) menjalin kerjasama dengan anak usaha Islamic Development Bank (IDB), Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD), kini ICD juga menggandeng Japan International Corporation Agency (JICA).

jepang
Foto: jepang.net

Kolaborasi antara ICD dan JICA ini akan membangun sebuah platform dialog terkait keuangan syariah sebagai salah satu tool untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif. Salah satu tujuan kerjasama ini juga adalah untuk mendorong pengembangan pasar uang syariah dan pasar modal internasional.

Dalam waktu dekat, ICD dan JICA pun akan mulai bersinergi untuk menyediakan bantuan teknis dalam hal penerbitan sukuk. Selain itu, JICA juga akan memberikan bantuan pinjaman pembangunan konsesi dan bantuan hibah, mulai dari sektor infrastruktur berskala besar hingga proyek-proyek akar rumput.

Senior Special Advisor JICA, Kunio Okamura, mengatakan langkah kerjasama dengan Grup IDB ini menjadi lanjutan dari kerjasama sebelumnya terkait bantuan untuk Palestina. “Bersama dengan ICD, kami siap menggunakan keuangan syariah untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif di negara-negara anggota ICD,” kata Okamura, dilansir dari islamic finance news, Jumat (17/10). Baca: Misi Investasi Jepang Pelajari Kaidah Halal di GHC

Kolaborasi ICD dengan JICA ini pun dinilai tak hanya  menunjukkan Jepang sebagai pasar potensial untuk mengembangkan pasar keuangan syariah, namun juga memperlihatkan mulai bertumbuhnya penerimaan dunia keuangan syariah oleh lembaga Jepang dan antusiasme mereka untuk mengembangkan industri keuangan syariah di Jepang.

Beberapa lembaga keuangan Jepang telah memasuki pasar keuangan syariah di Malaysia, yaitu BTMU, Sumitomo Mitsui Banking Corporation dan Mizuho Bank. Ketiganya telah menawarkan produk keuangan syariah melalui unit usahanya di Malaysia.

“Kami tertarik mengimplementasikan proyek-proyek bersama dengan lembaga keuangan Jepang, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesadaran dan penetrasi keuangan syariah di Jepang sehingga bisa tercipta interaksi yang lebih baik antara negara-negara anggota ICD dan Jepang,” jelas Okamura. JICA adalah salah satu dari lembaga bantuan bilateral terbesar di dunia yang memiliki fokus misi terkait perubahan iklim, penyakit berbahaya, pengentasan kemiskinan melalui pertumbuhan yang merata, hingga peningkatan tata kelola.