Perjanjian kerjasama dilakukan di istana presiden di Kabul, Afghanistan
Situasi keamanan yang kurang stabil membatasi kunjungan ke luar negeri bagi perwakilan dari Institut Agama Islam Tazkia.
Dari keterangan tertulis yang dikirim Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP kepada MySharing (25/12), penandatangan kerjasama antara pihaknya dan pemerintah Afghanistan hanya bisa dilakukan di sekitar istana kepresidenan.
“Karena itu maka semua bentuk kerjasama dengan berbagai pihak di Afghanistan yang mempunyai visi misi yang sama dengan Tazkia dijalankan oleh KBRI”. kata Murniati dalam keterangannya.
- Masjid Al-Ikhlas PIK Dibuka, Usung Islamic Classical Architecture Padukan Keindahan, Kesederhanaan dan Kekhusyukan
- CIMB Niaga Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Pelajar di 2026
- “D-8 Halal Expo Indonesia 2026”, Tegaskan Komitmen Indonesia dalam Mendorong Ekonomi Halal
- BSI Catat Penjualan Emas Tembus 2 Ton, Nasabah Nikmati Kenaikan Harga
Perjanjian Kerjasama ini ditandatangani oleh Rektor, Institut Agama Islam Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP dengan Duta Besar RI di Kabul, Mayor Jenderal TNI (Purn) Dr. Arief Rahman.
“Pada tahun akademik yang akan datang, lima mahasiswa asal Afghanistan akan mengikuti program hafizpreneur di Tazkia. Program ini akan berlangsung selama empat tahun dengan target hafal 30 juz Al-Qur’an”, kata Murniati menjelaskan.


