Subang menjadi bukti wakaf produktif yang donatur amanahkan.
Masyarakat desa Cirangkong, kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, secara bertahap merasakan manfaat keberadaan Program Indonesia Berdaya di wilayah mereka.
Program Indonesia Berdaya merupakan program yang kaya akan pemberdayaan baik bagi kemandirian ekonomi yang produktif maupun pemberdayaan edukasi yang dikelola secara baik dan teratur dalam bentuk pertanian dan peternakan.
General Manager Marketing Communication Dompet Dhuafa, Etika Setiawanti mengatakan, program ini dimaksudkan untuk mengajak keterlibatan masyarakat khususnya donatur atau relawan dalam mengawal program pemberdayaan Dompet Dhuafa.
- Bank Mega Syariah Umumkan Pemenang Poin Haji Berkah Tahap 3
- BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel
- BCA Syariah Luncurkan BSya Digital Membership Card Ivan Gunawan Prive dan Mandjha
- CIMB Niaga Ajak Nasabah Kelola Gaji dan Finansial dengan Lebih Bijak melalui OCTO
Mereka bisa melihat dan mengunjungi lokasi program secara langsung serta berinteraksi dengan penerima manfaat. Sehingga selain berdonasi, donatur pun merasa menjadi bagian atas program Indonesia Berdaya.
“Kegiatan ini juga salah satu bentuk laporan kami kepada public atas amanah zakat, infak, sedekah maupun wakaf yang telah mereka percayaan kepada kami selama ini,” kata Etika dalam rilisnya yang diterima MySharing, Selasa (9/1).
Lebih lanjut dijelaskan, pada lahan Indonesia Berdaya yang seluas 10 hektar itu, tertanam buah naga, jambu kristal, nanas, papaya california dan juga peternakan kambing yang semuanya dikelola dan dirasakan hasilnya oleh petani dan peternak lokal.
Selain itu, program ini juga menjadikan usaha pertanian dan peternakan sebagai pusat wisata dan edukasi pertanian (agrowisata).
Subang telah menjadi saksi peran Dompet Dhuafa bersama pegiat Indonesia Berdaya dalam memberdayakan dan mengangkat potensi lokal yang mandiri dan produktif. Subang menjadi bukti, wakaf produktif yang donatur amanahkan telah memberi manfaat yang mengalir bagi mereka dan penerima manfaat tentunya.
“Kebaikan-kebaikan inilah yang membuat kami merasa perlu menyampaikannya kepada pegiat Indonesia Berdaya dan donatur lainnya serta menularkannya kepada masyarakat lebih luas melalui peran selebgram atau influencer,” ungkap Etika.
Dalam kegiatan bertema “Fruit O’Clock” ini, jelas dia,selain memetik langsung buah-buahan di kebun buah Indonesia Berdaya, mereka juga akan merasakan langsung lezatnya olahan buah naga dari tangan celebrity chef Ari Galih.
Acara ini menjadi lebih bermakna dengan kehadiran Ustadz Rahmatullah sebagai narasumber kajian “Petik Kebaikan Hidup Ala Rasulullah”.

