Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad

Muliaman Hadad: “2017, Momentum Bangkitnya Keuangan Syariah”

[sc name="adsensepostbottom"]

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) – Muliman D Hadad merasa optimis, bahwa kinerja industri keuangan syariah pada tahun 2017 ini akan membaik dibandingkan tahun 2016 lalu.

Menurut Muliaman, perbaikan kinerja tersebut didorong prospek pasar keuangan syariah di Indonesia yang besar seiring dengan meningkatnya masyarakat Muslim kelas menengah di tanah air.

“Saya sangat mengharapkan tahun 2017 menjadi momentum pertumbuhan keuangan syariah, sejalan dengan perkembangan ekonomi domestik yang cukup solid di tengah dinamika global,” demikian ungkap Muliaman D Hadad dalam siaran pers OJK di Malang, Selasa (18/4/2017).

Muliaman lalu menambahkan, bertumbuhnya masyarakat menengah Muslim tersebut selama ini telah menciptakan peningkatan kebutuhan untuk makanan halal, busana muslim, kosmetik, obat-obatan, permukiman Islami, dan pariwisata syariah, telah tumbuh dengan cepat.

“Dengan adanya fenomena tersebut, Indonesia diyakini akan menjadi pasar yang sangat besar dan lahan yang sangat subur bagi perkembangan ekonomi dan keuangan syariah,” ujar Muliaman.

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan, per Januari 2017, total aset perbankan syariah Rp356,50 triliun dengan pangsa pasar sebesar 5,13 persen dari total aset perbankan. Sementara itu, total aset industri keuangan non bank (IKNB) syariah tercatat Rp71,67 triliun dengan pangsa pasar sebesar 3,72 persen dari total aset IKNB.

“Peran sektor jasa keuangan syariah harus semakin dioptimalkan untuk memberikan kontribusi lebih bagi perekonomian. Peningkatan peran tersebut dilakukan melalui pembukaan akses keuangan ke masyarakat, penyediaan produk dan jasa keuangan, serta peningkatan kontribusi terhadap pembiayaan jangka panjang proyek-proyek infrastrktur dan sebagainya,” tandas Muliaman.