Pembinaan Berjenjang untuk Eks Gafatar

[sc name="adsensepostbottom"]

Para eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) akan diberikan pembinaan secara berjenjang sesuai dengan kualifikasinya.

Eks Gafatar dalam oengungsian. foto :Antara.
Eks Gafatar dalam pengungsian. foto :Antara.

Setelah Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) difatwakan sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Komisi Dakwah MUI akan memberikan pembinaan berjenjang terhadap eks organisasi metaformosis dari gerakan Al Qiyadah Al Islamiyah dan Millah Abraham.

Ketua Komisi Dakwah MUI, Cholil Nafis, menyatakan, MUI akan memberikan penanganan yang berbeda kepada simpatisan, anggota, dan pengurus eks Gafatar. Namun demikian penanganan ini tentu harus dilakukan bersama dengan pemerintah. ”Pemerintah itu memiliki power membina masyarakat secara perekonomian dan pemberdayaan,” kata Cholil kepada MySharing, di kantor MUI Pusat, Jakarta, Rabu (3/2). Baca: Detik-Detik Gafatar Dinyatakan Sesat.

Cholil pun menjelaskan, bahwa kualifikasi simpatisan lebih banyak berpartisipasi karena faktor sosial kemasyarakatan dan ekonomi. Mereka ini tidak memiliki pengetahuan tentang ajaran dasar Gafatar. Maka, pembinaan yang diberikan kepada para simpatisan eks Gafatar akan diarahkan kepada pemberdayaan.

Selanjutnya, untuk kualifikasi anggota eks Gafatar, MUI akan melakukan penanganan dengan berdialog tentang pemahaman mereka terkait ajaran Gafatar. Apabila keterlibatan kualifikasi anggota eks Gafatar ini masih tataran sosial kemasyarakatan dan ekonomi, tentu mereka akan dibina dengan cara pemberdayaan.

Sementara, untuk kualifikasi pengurus eks Gafatar, MUI akan melakukan komunikasi secara persuasif untuk mengakomodir kesalahpahaman mereka terkait ajaran Gafatar. ”MUI berharap para pengurus dapat berkomunikasi dengan jujur, sehingga dialog bisa berjalan dari hati ke hati,” ungkap Cholil.

Lebih lanjut ia menyampaikan, dalam melakukan pembinaan terhadap seluruh anggota eks Gafatar, MUI akan memaksimalkan seluruh cabang MUI, baik dari pusat hingga kecamatan. Sedangkan terhadap pengurus eks Gafatar, MUI akan mendatangi langsung setiap pengurus dan mengajak kembali kepada ajaran Islam. Penanganan akan dilakukan secara bertahap dan diharapkan ada laporan setiap bulannya dari daerah ke pusat tentang perkembangan pembinaan pengikut Gafatar.

Namun demikian, MUI tidak bisa menjamin para anggota dan pengurus eks Gafatar ini dapat sepenuhnya kembali pada ajaran Islam yang hakiki. ”MUI tidak bisa menjamin mereka bisa kembali sepenuhnya karena hidayah datangnya dari Allah SWT,” ujar Cholil. Baca: 3 Hal Kesesatan Gafatar.