Batas antar negara semakin menipis di dunia global dewasa ini. Islam di dunia global pun menjadi salah satu penentu wajah dunia yang kini semakin tiada batas antara dunia barat dan Islam.

Presiden Nusantara Foundation Shamsi Ali, mengatakan dunia global masa kini ditandai persaingan luar biasa, sehingga umat Islam tertantang untuk bersaing menampilkan wajah Islam yang dirindukan dunia barat, yaitu wajah Islam yang moderat, rahmatan lil alamin, bersahabat, merangkul semua, tersenyum, rendah hati, gotong royong, dan lainnya. “Sayangnya yang terjadi Islam ditampilkan demikian buruk khususnya oleh media barat, dimana di Islam itu terjadi konflik,” katanya, pekan lalu.
Ia menambahkan sebenarnya dunia barat sudah kehilangan kepercayaan dengan Timur Tengah sejak penyerangan menara kembar World Trade Center New York pada 11 September 2001. Namun, di sisi lain Indonesia pun kehilangan momentum dalam menyampaikan Islam moderat kepada dunia saat itu. Baca: Mesir Tertarik Belajar Islam Nusantara
“Belum banyak yang disampaikan kepada dunia global karena itu ini adalah tanggung jawab moral kita untuk menyampaikan Islam kita yang sangat islamic secara nature. Dengan karakter Islam Indonesia ini akan membuka mata dunia bahwa Islam tidak seperti yang digambarkan dunia barat,” papar Shamsi.
Menurut Shamsi, Islam harus mengubah mindset dengan apa yang bisa dilakukan, bukan dengan apa yang bisa didapat. Hal ini sebagai cermin bahwa umat Islam harus aktif dan berkontribusi lebih. Baca: Telling Islam to the World, Kampanye Islam Bagi Seluruh Semesta
“Umat Islam jangan sampai kalah cepat dan selalu mengeluh. Justru apabila ada pandangan miring tentang Islam kita harus bisa mengubah pandangan mereka dengan membuka dialog dan menunjukkan perilaku Islam sebagai rahmatan lil alamin,” pungkasnya.

