International Finance Facility for Immunization Company (IFFIm) akan kembali masuk ke pasar sukuk.

Dana dari sukuk murabahah tersebut akan digunakan untuk mendukung program imunisasi dan vaksinasi Global Alliance for Vaccines and Immunisations (Gavi). Analis Moody’s Investor Service Renzo Merino, mengatakan penawaran sukuk kembali oleh IFFIm menunjukkan minat organisasi tersebut terhadap pasar modal syariah. Baca: Sukuk untuk Proyek Imunisasi, Mengapa Tidak?
“Pasar modal syariah menjadi salah satu sumber pendanaan dan akan memperluas basis investor IFFIm di pasar Asia dan Teluk,” ujar Merino, dilansir dari Islamic Finance News, Jumat (18/9). Pada penerbitan sukuk IFFIm di November 2014, sukuk IFFIm menjadi sukuk murabahah terbesar yang diterbitkan saat itu dan merupakan sukuk pertama yang didesain untuk program vaksinasi.
- Bank Mega Syariah Umumkan Pemenang Poin Haji Berkah Tahap 3
- BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel
- BCA Syariah Luncurkan BSya Digital Membership Card Ivan Gunawan Prive dan Mandjha
- CIMB Niaga Ajak Nasabah Kelola Gaji dan Finansial dengan Lebih Bijak melalui OCTO
Merino menambahkan Bank Dunia yang berlaku sebagai manager treasury sukuk IFFIm turut memperkuat profil kredit IIFIm dan memastikannya memiliki level likuiditas yang memadai. “Hal itu berkontribusi dalam mengurangi risiko yang mungkin muncul dari negara donor pendukungnya,” tukas Merino. Baca: Volatilitas Tinggi, Pasar Sukuk Menurun
IFFIm didukung oleh sembilan negara donor, yaitu Inggris, Prancis, Italia, Norwegia, Australia, Spanyol, Belanda, Swedia, dan Afrika Selatan. Sebagian besar negara donor merupakan negara-negara Eropa yang dinilai memiliki risiko kredit tinggi, sehingga dikuatirkan akan memengaruhi peringkat investasi sukuk.

